Empat Kecamatan Mulai Krisis Air Bersih, Bahkan Meluas ke Wilayah Selatan Kabupaten Tegal

BPBD Kabupaten Tegal telah menyiapkan suplai air sebanyak 170 tangki untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi berakhir pada November 2019.

Empat Kecamatan Mulai Krisis Air Bersih, Bahkan Meluas ke Wilayah Selatan Kabupaten Tegal
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Satu di antara lahan sawah yang mengalami krisis air hingga memakai pompa air di wilayah Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Empat kecamatan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengalami kekeringan.

Dampaknya, warga mengalami krisis air, baik untuk lahan pertanian maupun kebutuhan sehari-hari.

Hal itu diungkapkan Kasubbid Sarpras Dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Yulian Handoko kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/8/2019).

Handoko menuturkan, ada tujuh (7) desa dari empat kecamatan tersebut yang mengalami kekeringan parah.

Empat kecamatan itu berada di Kecamatan Warureja, Suradadi, Kedungbanteng, dan Jatinegara.

"Itu di Desa Banjaragung, Sigentong (Warurejo), Kertasari, Gembongdadi, Harjosari (Suradadi), Karanganyar (Kedungbanteng), dan Tamansari (Jatinegara). Total sudah ada 30 tangki air yang disalurkan ke desa-desa itu," jelas Handoko.

Dia menjelaskan, 30 tangki yang sudah diberikan tersebut berisi 12 ribu liter.

Dalam hal ini, BPBD Kabupaten Tegal telah menyiapkan suplai air sebanyak 170 tangki untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi berakhir pada November 2019.

"Ini sudah disiapkan dalam APBD II sebesar Rp 45 juta. Sisanya tinggal 140 tangki air. Diprediksi bakal meluas karena musim kemarau sudah berlangsung hampir 2 bulan," paparnya.

Dalam pantauan tim BPBD, kekeringan terparah memang terjadi di wilayah Pantura Kabupaten Tegal.

Handoko mengaku sebagian wilayah selatan, seperti Kecamatan Jatinegara mulai dilanda krisis air.

"Mulai kena wilayah atas (selatan). Kecamatan Balapulang pun beberapa namun hanya berdampak ke lahan pertanian saja lantaran aliran sungai yang berkurang," jelas Handoko. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved