Hindari Penyalahgunaan Data, Disdukcapil Salatiga Imbau Warga Tidak Posting KTP di Media Sosial

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Salatiga mengimbau warga masyarakat supaya tidak memposting KTP atau Kartu Keluarga (KK)

Hindari Penyalahgunaan Data, Disdukcapil Salatiga Imbau Warga Tidak Posting KTP di Media Sosial
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi: e-KTP yang sudah dicetak 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Salatiga mengimbau warga masyarakat supaya tidak memposting KTP atau Kartu Keluarga (KK) ke media sosial masing-masing demi alasan keamanan.

Kepala Disdukcapil Kota Salatiga Noegroho Agoes Setijono mengatakan data kependudukan merupakan milik negara, tujuannya untuk perlindungan terhadap warga negara.

Demikian pula, ketika terjadi persoalan yang menyangkut data pribadi penduduk dikhawatirkan merugikan seseorang itu.

“Jadi memang belum lama ini Pak Mendagri Tjahjo Kumolo mewanti-wanti agar data penduduk ini aman, supaya warga sendiri juga tidak memposting ke media sosial. Kami jajaran dibawahnya meneruskan itu (himbauan), tujuannya sama menjamin keamanan data penduduk,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/8/2019)

Menurut Noegroho, kekhawatiran Kemendagri dan juga Disdukcapil Kota Salatiga adalah ada oknum tertentu memanfaatkan data tersebut untuk melakukan tindak kejahatan seperti penipuan, atau keperluan registrasi sedang pemilik data merasa tidak tahu menahu.

Karenanya kata dia, masyarakat agar tidak mudah menguploud atau memposting data pribadi khawatirnya disalahgunakan pihak lain. Dia mencontohkan, sekarang untuk memiliki kartu seluler seseorang dalam mendaftar harus menyertakan nomor induk kependudukan (NIK) KTP. Apabila foto KTP warga tersebar ke media sosial tentunya rawan disalahgunakan.

“Himbauan secara langsung sudah kami sampaikan ke jajaran wilayah melalui pemerintah kecamatan masing-masing. Kemudian, pada bulan Agustus ini kami juga bakal turun langsung ke kelurahan-kelurahan,” katanya

Ia menambahkan, Disdukcapil Kota Salatiga berusaha melindungi data personal masyarakat. Tetapi, diharapkan pula warga turut terlibat karena tidak diketahui siapa penyalaahguna itu hanya saja sangat berpotensi digunakan oleh seseorang tujuannya adalah kehati-hatian.

Ketika waktu pelayanan saat dikantor kepada masyarakat yang datang juga turut disampaikan supaya tidak mudah memberikan KTP atau KK baik asli maupun foto copy dan berupa foto apabila tidak untuk kebutuhan yang jelas.

“Untuk upaya lain penelusuran melalui mesin pencari google untuk masyarakat Salatiga yang telanjur atau sudah pernah uploud KTP maupun KK kami belum melakukan. Sementara tindakan himbauan persuasif saja agar masyarakat, semakin memahami pentingnya menjaga dokumen kependudukan,” ujarnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved