Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif, Bekraf Dukung Barista dengan Sertifikasi Profesi

Sertifikasi menyangkut tiga hal yaitu pengakuan terhadap pengetahuan seseorang, pengetahuan terhadap keterampilan, dan pengetahuan terhadap sikap

Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif, Bekraf Dukung Barista dengan Sertifikasi Profesi
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Pembukaan kegiatan sertifikasi profesi Barista, berlangsung selama dua hari tanggal 2-3 Agustus 2019 di Grand Candi Hotel Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia, menyelenggarakan fasilitasi sertifikasi profesi Barista di Semarang. Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari tanggal 2-3 Agustus 2019 di Grand Candi Hotel Semarang.

Direktur Harmonisasi Regulasi dan standarisasi Bekraf, Sabartua Tampubolon menjelaskan, dalam kegiatan ini para peserta mengikuti serangkaian uji kompetensi seperti menyiapkan dan menghidangkan minuman non alkohol, mengelola bahan baku, mengoperasikan peralatan, menangani pelanggan, berkomunikasi secara lisan dalam bahasa inggis pada tingkat operasional dasar, bekerjasama dengan kolega, pelanggan, dan keselamatan kerja.

Tahap selanjutnya, penilaian oleh tim asesor dari LSP Kopi Indonesia. Kegiatan sertifikasi profesi Barista dilaksanakan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya penggiat kopi di Indonesia," tutur Sabartua Tampubolon, pada Tribunjateng.com, Jumat (2/8/2019).

Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sertifikat kompetensi sangat penting dalam meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Sertifikasi menyangkut tiga hal yaitu pengakuan terhadap pengetahuan seseorang, pengetahuan terhadap keterampilan, dan pengetahuan terhadap sikap. Sedangkan jumlah barista yang sudah mendapat sertifikasi sampai saat ini sekitar 3.000 dari berbagai kota," ungkapnya.

Dijelaskan, syarat untuk bisa mengikuti uji kompetensi barista ini yaitu minimal pendidikan setara SLTA, minimal memiliki pengalaman di bidang kopi selama satu tahun, bisa menyertakan sertifikat penghargaan yang pernah diraih, dan memenuhi syarat administrasi.

Anggota DPR Komisi X, Yayuk Basuki menambahkan, Petani kopi di Indonesia luar biasa banyak salah satunya berada di wilayah Semarang dan sekitarnya. Namun kalau membahas kualitas dari kopi sendiri memang berbeda-beda.

"Anggaran yang dikeluarkan oleh DPR RI untuk kegiatan ekonomi kreatif sekitar Rp 500 miliar - Rp 600 miliar. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dari sebelumnya yang berjumlah sekitar Rp 700 miliar," kata Yayuk.

Adapun Yayuk menyebutkan, jumlah anggaran tersebut bergantung pada kondisi keuangan Negara. Mungkin tidak hanya di Bekraf saja yang mengalami penurunan anggaran, tapi di semua Kementrian dan mitra menyesuaikan kondisi keuangan Negara.

"Nantinya saya bisa membantu mengusulkan mana daya minat yang tinggi, sekiranya apa yang perlu didukung untuk dikembangkan lagi dan ditambahkan anggarannya. Namun ini membutuhkan penelitian dari kami supaya bisa sama-sama mendalami," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved