Presiden PKS Bebaskan Kadernya di Daerah untuk Berkoalisi dengan Partai Manapun untuk Pilkada

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membebaskan kader di tingkat daerah untuk koalisi saat Pilkada.

Presiden PKS Bebaskan Kadernya di Daerah untuk Berkoalisi dengan Partai Manapun untuk Pilkada
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Presiden PKS Sohibul Iman 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membebaskan kader di tingkat daerah untuk koalisi saat Pilkada.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan ketegangan politik di tingkat nasional tidak berpengaruh pada politik di tingkat daerah. Hal ini diungkapkannya kepada pengamat asing.

"Politik di Indonesia unik di tingkat nasional dan di tingkat daerah tidak monolitik. Apa yang tergambar di nasional tidak tergambar di daerah," ujarnya, saat pembinaan calon legislatif terpilih di Hotel Grasia, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, salah satu alatnya untuk mengurangi ketegangan politik adalah Pilkada.

Pola Pilkada yang ada di Indonesia adalah random (acak) berkoalisi.

Berada di Bangkok Saat Ledakan Bom Terjadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Aman

"Akibatnya PKS bisa dengan PDI P, Nasdem. Ini diperbolehkan, dan merelaksasi," tuturnya.

Namun di tingkat Nasional, Sohibul menuturkan banyak kader daerah menginginkan untuk di luar pemerintahan. Sikap tersebut akan diputuskan saat rapat dewan suro.

"Logikannya sangat sederhana saja dari sisi demokrasi kalau semua masuk ke pemerintahan kita akan ditertawakan orang lain. Ini demokrasi apa? Jadi logika paling dasar ini sangat penting dipegang," tutur dia.

Menurut dia, PKS tetap menjadi oposisi meski partai lain tidak menginginkannya.

Kader PKS melihat perlu adanya check and balances untuk pemerintahan.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved