Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dampak Gempa Banten, Pegawai KPK Pun Berhamburan Keluar

Gempa bumi bermagnitudo 7,4 skala Richter yang mengguncang Provinsi Banten, Jumat (2/8) malam terasa di sejumlah wilayah

Tayang:
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Keramain warga di jalan raya Kabupaten Cilacap pasca terjadinya gempa pada Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Gempa bumi bermagnitudo 7,4 skala Richter yang mengguncang Provinsi Banten, Jumat (2/8) malam terasa di sejumlah wilayah termasuk Jakarta. Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta satu di antaranya.

Pada pukul 19.15 WIB, para pegawai KPK berhamburan dari gedung. Di antara kerumunan pegawai KPK yang berhamburan, nampak Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif. Laode dan pegawai KPK lainnya berlari menuju halaman Gedung Merah Putih.

Laode bercerita saat terjadi gempa ia sedang berada di lantai 15 dan sedang menulis surat referensi untuk pegawai KPK yang sedang mengajukan beasiswa S3. Laode, yang mendaftar calon pimpinan KPK periode 2019-2023, merasa heran karena kursi yang sedang ia duduki bergoyang.

"Agak lama (durasi gempa), agak lebih lah karena saya pikir kursi saya kan bisa berputar-putar. Saya pikir ini mungkin bagian dari orang lompat-lompat atau apa. Ternyata saya tanya gempa. Katanya, 'Ya Pak, gempa.' Ya sudah saya ajak mereka turun," ucap Laode di halaman depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (2/8) malam.

Saat terjadi gempa Laode tidak merasa panik. Dia justru langsung mengajak beberapa staf yang berada satu ruangan dengannya untuk segera turun. "Saya ajak turun lewat tangga darurat. Sekaligus saya minta petugas untuk bunyikan alarm. Alarm tadi dibunyikan," tuturnya.

Laode menyebut ketika gempa terjadi masih terdapat ratusan pegawai KPK yang belum pulang. Dia bakal berkoordinasi dengan petugas keamanan terlebih dahulu soal pegawai akan dipulangkan atau tidak.

"Kalau sudah aman, nanti saya arahkan pulang saja dulu, tapi kalau saya masih mau menulis surat referensi tadi," ujar Laode.

Laode mengatakan, tidak ada korban dari kejadian gempa ini. "Tidak ada. Alhmadulillah80 persen pegawai KPK sudah pulang jadi di tangga tidak terlalu penuh," katanya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang tidak sadar ketika gempa bumi terjadi.

"Sebelum plakat jatuh saya nggak ini (sadar), tapi begitu jatuh, baru sadar gempa. Ini peringatan, ini peringatan," ucap Saut di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (2/8) malam.

Sembari menggendong tas, wajah Saut menampakkan raut kelelahan. Napasnya tersengal-sengal. "Lari lewat tangga belakang tadi," tutur Saut lalu tersenyum, berusaha menghilangkan rasa lelahnya.

Kata mantan staf ahli Badan Intelijen Negara (BIN) itu saat terjadi gempa hanya terdapat dua pimpinan di dalam Gedung Merah Putih, dia bersama Laode Muhammad Syarif. Saut menambahkan ketika gempa terjadi biasanya alarm di ruangannya menyala, tapi kali ini tidak. Berbeda dari ruangan milik Laode yang alarmnya menyala.

"Di tempat Pak Laode ada. Biasanya pintu itu dibuka, itu alarm langsung hidup. Tapi tadi tempat saya tidak. Tidak tahu atau saya sudah ketakutan," kata Saut menutup ceritanya soal gempa.

Istana Presiden Goyang

Gempa dengan magnitudo 7.4 SR mengguncang wilayah Banten, Jumat (2/8) malam. Efek gempa ini terasa hingga ke kompleks Istana kepresidenan Jakarta. Meski begitu, pagelaran wayang kulit di halaman Istana tetap berlangsung. Pantauan Tribun saat gempa, warga yang sudah hadir di halaman istana sempat panik. Terlebih lampu-lampu gantung di istana bergoyang. Warga pun saling bertanya soal gempa.

"Ada gempa ya ? " tanya warga yang satu dengan yang lainnya. "Ini terasa goyang, itu lampu juga goyang," ucap warga yang lain menimpali.

Meski begitu, warga tidak sampai berhamburan keluar dari halaman istana. Mereka tetap tenang karena merasa aman berada di kompleks istana. "Sudah amanlah kita, istana pasti aman," ujar warga.

Saat ini tamu-tamu yang hendak menonton wayang kulit terus berdatangan. Sebagian warga juga asyik menganti makan dan minum di tenda yang disediakan. Sementara itu saat gempa terjadi Presiden Joko Widodo belum tiba di Istana.

Mensesneg Pratikno ketika membuka pagelaran wayang kulit sempat mengajak warga yang hadir di halaman Istana Merdeka untuk berdoa. "Tadi kita mendengar ada gempa di Banten dan Lampung. Terasa juga disini. Marilah berdoa sejenak semoga tidak ada korban. Semoga gempa bisa tertangani dengan baik. Semoga masyarakat di kawasan gempa tidak ada satupun jadi korban. Mengheningkan cipta mulai," tutur Pratikno. "Selesai," tambahnya. Sebelum dalang senior Pak Mantep Sudarsono berlaga, warga termasuk Presiden Jokowi dan para menteri dihibur oleh penampilan Didi Kempot.

Pasien RS Berhamburan

Di Bekasi warga juga panik saat merasakan gempa bumi. Kepanikan terlihat di rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Seperti terpantau Tribun di Rumah Sakit Masmitra Jati Makmur sejumlah pasien langsung dievakuasi keluar gedung.

Coky, warga Bekasi yang baru masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS ini langsung berusaha keluar menyelamatkan diri. “Situasi memang spontan orang-orang pada keluar. Pasien juga diamankan petugas rumah sakit,” paparnya. Di pusat perbelanjaan Mal Metropolitan Bekasi, pengunjung nampak kocar-kacir, ada beberapa yang hanya teriak kepanikan. “Innalillahi, Astaghfirullah, gempa,” ucap Dewi warga Bekasi lainnya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa telah terjadi gempa tektonik di wilayah Samudera Hindia Selatan, kurang lebih 190 kilometer barat daya Banten. Gempa tersebut terasa di sejumlah wilayah, salah satunya Jakarta.

"Gempa memiliki kekuatan 7,4 Magnitudo pada kedalaman 10 km," ujarnya di Kantor BMKG.

Gempa yang terjadi pada pukul 19.03 WIB tersebut menurutnya berpotensi tsunami. Pihaknya kata Dwikorita sudah mengeluarkan peringatan dini tsunami 5 menit setelah gempa. "Daerah yang potensi tsunami, Pandeglang Selatan dengan status siaga artinya tinggi maksimal 3 meter lebih. Lampung Barat pesisir selatan siaga. Di lebak status ancaman waspada tinggi maksimal 0,5 meter," katanya.

Dwikorita juga meminta warga meninggalkan pantai di wilayah yang berpotensi tsunami. "Masyarakat diimbau untuk masih tetap tinggalkan pantai di wilayah tersebut (berpotensi tsunami)," kata dia. Pukul 21.35, BMKG akhirnya mencabut peringatan dini tsunami.

Warga juga diminta tidak mempercayai hoax. BMKG memberikan informasi secara berkala terkait gempa dan potensi tsunami. Guncangan gempa Banten juga membuat warga di selatan Jawa histeris. Satu diantaranya warga yang berada di sekitar Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Menurut seorang warga, Akbar, air laut sempat surut sekitar dua meter dari bibir pantai. "Kondisi pantai sempat surut dari bibir pantai sekitar dua meteran," katanya melalui sambungan telepon.

Gempa tersebut disebut guncangannya sangat besar. Hal itu membuat warga panik dan menjerit-jerit. "Warga banyak yang menjerit karena baru ada lagi gempa yang besar," katanya.

Namun, ia melihat di lokasi tempatnya berada tak ada korban jiwa akibat guncangan gempa itu. Kini, banyak di antara warga Palabuhan Ratu yang dievakuasi ke dataran tinggi. "Warga di daerah saya sudah dievakuasi semua ke lokasi yang lebih tinggi," katanya.(Tribun Network/fel/fik/kps/wly)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved