Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pedagang Minta Pemkot Pekalongan Berantas Oknum Yang Jual Belikan Lapak Pasar Senggol Banyuurip

oknum yang melakukan jual beli lapak bahkan berani mengaku utusan Pemkot Pekalongan saat menawarkan lapak mereka

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Budi Susanto
Kios yang dibangun tepat di samping Pasar Senggol Banyuurip, Pekalongan Selatan, Senin (5/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sejumlah pedagang di Pasar Senggol Banyuurip minta Pemkot Pekalongan berantas oknum yang melakukan jual beli lapak.

Dengan demikian, pedagang Pasar Senggol Sugihwaras yang akan dipindah ke Banyuurip bisa menempati lapak baru dengan tenang.

“Dulu waktu kami pindah ke Pasar Senggol Banyuurip banyak oknum yang menyalahgunakan lapak."

"Bukannya untuk berdagang malah lapaknya diperjualbelikan,” papar Hidayah (58) satu di antara pedagang Pasar Senggol Banyuurip, Senin (5/8/2019).

Dilanjutkannya, oknum yang melakukan jual beli lapak bahkan berani mengaku utusan Pemkot Pekalongan saat menawarkan lapak mereka.

“Mereka bukan pedagang, entah dari mana datangnya."

"Kami khawatir jika masih ada praktik seperti itu banyak pedagang yang akan pindah jadi korban,” ujar Hidayah yang dulu menggelar lapak di sekitar Jalan Slamet Kota Pekalongan.

Hidayah yang sudah menempati Pasar Senggol Banyu Urip hampir 5 tahun itu menambahkan, pernah tergiur dengan tawaran sejumlah oknum ketika baru pindah ke lapaknya.

“Saya juga sempat tertarik waktu awal pindah."

"mereka menjanjikan akan memberikan lokasi strategis jika membayar Rp 300 ribu waktu itu."

"Namun saya tidak jadi membayar karena janji Pemkot saat itu bisa menempati tanpa dipungut biaya,” terangnya.

Sementara Pemkot Pekalongan sudah membangun sejumlah kios tepat di samping Pasar Senggol Banyuurip.

Walaupun sudah dibangun beberapa tahun lalu, hingga kini bangunan tersebut belum juga digunakan.

Mangkraknya bangunan tersebut juga mendapat kritik pedas dari sejumlah pedagang.

Slamet (50) satu di antaranya, ia menjelaskan jika memang tidak digunakan, pedagang di Pasar Senggol Banyuurip bisa menggunakannya.

“Dari pada tak terpakai seperti itu, sama saja menghamburkan uang rakyat saja."

"Katanya Agustus ditempati ini sudah Agustus dan masih saja terbengkalai, lebih baik untuk kami karena lokasi yang sekarang semakin tak tertata,” tambahnya. (Budi Susanto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved