Pemkab Sragen Keluarkan Surat Edaran Tidak Gunakan Bungkus Plastik dalam Pembagian Daging Kurban

Pemkab Sragen mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang tidak menggunakan bungkus atau kantong plastik sekali pakai untuk pembagian daging qurban

Pemkab Sragen Keluarkan Surat Edaran Tidak Gunakan Bungkus Plastik dalam Pembagian Daging Kurban
Istimewa
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat berkurban di Idul Adha tahun lalu 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pemkab Sragen mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang tidak menggunakan bungkus atau kantong plastik sekali pakai untuk pembagian daging qurban Hari Raya Idhul Adha 1440M.

Surat edaran yang ditandantangai Sekda Tatag Prabawanto pada 25 Juli 2019 itu mengimbau masyarakat khususnya panitia qurban agar lebih menggunakan bungkus yang ramah lingkungan.

Ditemui sebelum berangkat haji, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati membenarkan hal tersebut. Dirinya menyebutkan SE tersebut belum ke tahap pelarangan.

"Karena pelarangan itu kan sama sekali tidak boleh, ini imbauan untuk menggunakan besek, atau daun dalam pembagian daging kurban," ujar Yuni.

Maksud saya, lanjut Yuni sampah plastik kan terurainya sangat sulit, membutuhkan waktu yang lama dimana saat ini semua masyarakat pasti akan berkurban dan biasanya menggunakan plastik.

Dengan adanya SE tersebut Yuni tentu bermaksud mengurangi sampah plastik dan juga membantu UKM-UKM kecil pembuat besek yang berada di daerah.

Yuni juga menyampaikan untuk satu besek, hanya dihargai Rp 2.000. "Sangat murah, lebih sehat, padahal kita saja buat belum tentu bisa membuat, namun hanya dihargai Rp 2.000, kita dukung lah UKM-UKM kita," lanjut Yuni.

Yuni juga mengutarakan SE ini juga bentuk mendukung program dari Pemerintah Pusat dan juga menjaga bumi.

Bupati juga mengatakan Pemerintah Daerah juga telah turut mengurangi penggunaan botol-botol air mineral di perkantoran atau di setiap rapat dan menggantinya dengan menggunakan gelas.

"Harapan kami semua bisa untuk berpartisipasi dalam himbauan ini, tidak mudah memang, tapi kita harus mulai," pungkasnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen sendiri baru kali pertama mengeluarkan himbauan kepada masyarakat perihal penggunaan plastik di Idul Adha.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Sragen Nugroho Eko Prabowo menjelaskan SE tersebut tindak lanjut anjuran dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk mengurangi sampah plastik.

Dirinya mengatakan Indonesia salah satu negera terbesar pengguna bungkus plastik sekali pakai dan menimbulkan sampah plastik yang cukup tinggi.

Sebagai gantinya Nugroho menyaraankan masyarakat membawa bungkus plastik sendiri yang ramah lingkungan dan besek bambu yang lebih ramah.

"Ini anjuran Kementrian LH, kita kan termasuk negara pengguan plastik terbesar setelah China, makanya kita dorong masyarakat agar sadar menggunakan bungkus yang lebih ramah, kalau ada besek lebih bagus," pungkasnya. (uti)
 

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved