Suhu Dieng Capai -10 Derajat Celcius, Kenapa Embun Es Tidak Banyak?
Embun es menyelimuti dataran tinggi Dieng saat Dieng Culture Festival (DCF) berlangsung.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Embun es menyelimuti dataran tinggi Dieng saat Dieng Culture Festival (DCF) berlangsung.
Kepala UPTD Dieng Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara Aryadi Darwanto mengatakan, dua hari terakhir even DCF, Sabtu dan Minggu pagi (3,4/8), suhu di Dieng mencapai sekitar minus 3 hingga minus 5 derajat celcius.
Suhu di bawah titik beku itu tak ayal melahirkan fenomena embun es di komplek Candi Arjuna. Fenomena alam ini tentu melegakan ribuan peserta DCF yang menantikan kehadirannya.
Sayang, embun es pada suhu di bawah titik beku itu hanya muncul tipis dengan cakupan area yang terkena sedikit.
Pemandangan embun es kali ini tentu tak secantik saat fenomena sama muncul dalam kondisi tebal.
"Ada embun es tapi gak banyak sih," katanya
Fenomena embun es terjadi berturut-turut sejak acara DCF berlangsung hingga hari ini, Senin (5/8). Senin pagi, Dieng kembali terpapar suhu beku.
Suhu di Dieng hari ini bahkan tercatat yang terendah selama musim kemarau berlangsung hingga saat ini. Aryadi mengatakan, suhu Dieng pagi ini mencapai minus 10,5 derajat celcius.
Suhu hari ini lebih rendah dari suhu yang sempat dicatat terendah sebelumnya di bulan Juni, minus 9 derajat celcius.
Tetapi anehnya, suhu di angka itu tidak melahirkan fenomena embun es yang tebal dengan cakupan area terdampak yang luas.
Embun es hanya menyelimuti sejumlah titik saja atau tidak merata di komplek candi Arjuna.
Padahal, dari pengalaman sebelumnya, suhu di angka itu mestinya mampu melahirkan embun es tebal dan meluas.
Ini tentu berbeda dengan saat Dieng diselimuti suhu minus 9 derajat celcius, Juni 2019 lalu.
Meski lebih rendah dari suhu hari ini, suhu minus 9 derajat C kala itu melahirkan embun es cukup tebal dengan cakupan area terdampak yang luas.
Embun es kala itu bahkan sampai menyelimuti lahan pertanian warga hingga sebagian tanaman rusak karena membeku.
Aryadi pun mengaku belum mengetahui kenapa embun es tak muncul tebal dan luas meski suhu berada di angka minus 10,5 derajat celcius.
"Area cakupan yang tertutupi embun es tidak separah kemarin (Juni), itu juga jadi tanda tanya,"katanya
Meski diselimuti suhu dingin hingga di bawah titik beku, nyatanya banyak pengunjung DCF yang memilih bermalam di tenda.
Beberapa titik camping ground di seputar candi Arjuna dipenuhi ratusan tenda pengunjung.
Dengan fasilitas terbatas, mereka harus mampu melawan cuaca ekstrem. Mereka tak punya pilihan lain kecuali bertahan di tenda hingga tiba terik matahari.
Yanto, pengunjung asal Banjarnegara mengaku sampai sulit tidur di dalam tenda karena paparan suhu dingin yang menusuk.
Hingga ia terjaga saat sinar matahari menembus celah tenda, Yanto melihat ada pemandangan tak biasa di luar tenda. Hamparan rumput di lahan camping ground berubah memutih karena diselimuti es, meski hanya tipis.
Saat itu dia sadar telah berada di tengah suhu yang mencapai bawah titik beku.
"Saking dinginnya, telapak kaki seperti tersengat saat menginjak rumput," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/camping-ground-di-komplek-candi-arjuna-dieng.jpg)