Erdogan Sebut Pembelian S-400 Rusia Adalah Bisnis

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi sorotan terhadapnya terkait keputusan membeli sistem rudal S-400

Erdogan Sebut Pembelian S-400 Rusia Adalah Bisnis
Sistem Rudal Pertahanan Udara Rusia S-400. © Kremlin.ru via Wikimedia Commons 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi sorotan terhadapnya terkait keputusan membeli sistem rudal S-400 dari Rusia dan memanaskan hubungan dengan AS.

Dalam wawancara dengan Haberturk TV sebagaimana dikutip TASS Selasa (6/8/2019), Erdogan menyatakan pembelian sistem pertahanan itu adalah langkah bisnis.

"Pembelian sistem rudal S-400 tidak akan mencederai NATO maupun jet tempur F-35," ujar Erdogan yang menyerukan agar dibentuk tim gabungan Turki-AS terkait S-400.

Dia kemudian mendesak Presiden AS Donald Trump untuk "bertindak tepat", dan tidak membiarkan hubungan bilateral antara AS dan Turki rusak karena S-400.

Kabar tentang ketertarikan Ankara dalam membeli sistem rudal berkode NATO SA-21 Growler itu muncul pada November 2016.

Setahun berselang, Erdogan mengumumkan dia sudah meneken kontrak.

Kepala perusahaan negara Rostec Sergey Chemezov menjelaskan, Turki sudah melakukan pembayaran uang muka dalam transaksi bernilai 2,5 miliar dolar AS, atau Rp 35,6 triliun.

Kemudian Kementerian Pertahanan Turki menyatakan gelombang pengiriman pertahanan yang dibuat oleh pabrikan Almaz-Antey itu bakal dimulai 12 Juli mendatang.

Washington menyebut pembelian rudal tersebut tidak sesuai dengan gaya NATO, dan menyatakan mengeluarkan Turki dari program jet tempur generai kelima F-35.

Sistem rudal S-400 didesain untuk menjatuhkan dan melenyapkan segala ancaman di angkasa, dengan pasukan Rusia sudah menggunakannya 2007 silam.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved