Hampir Sebulan Waduk Delingan Karanganyar Tidak Melayani Irigasi

Petugas Operasi Waduk Delingan, Ganjar Janati mengatakan, pihaknya tidak melayani irigasi hampir 2 minggu lalu

Hampir Sebulan Waduk Delingan Karanganyar Tidak Melayani Irigasi
Tribunjateng.com/Agus Iswadi
Kondisi Waduk Tirtomarto atau lebih dikenal Waduk Delingan. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Waduk Tirtomarto atau yang dikenal Waduk Delingan yang berada di Gedong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar, tidak melayani irigasi terhitung sejak Jumat (19/7/2019) lalu.

Informasi yang Tribunjateng.com himpun, Waduk tersebut melayani irigasi air di lahan persawahan seluas 1.850 hektare yang berada di Daerah Irigasi (DI) Jetu dan DI Sokolencong.

Petugas Operasi Waduk Delingan, Ganjar Janati mengatakan, pihaknya tidak melayani irigasi hampir 2 minggu lalu.

"Itu sesuai kesepakatan saat rapat bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) pada (5/7/2019). Irigasi dilalukan untuk mensukseskan MT 2. Ini kan sudah masuk MT3," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (6/8/2019).

Ia menjelaskan, memasuki MT3 para petani kebanyakan menanam palawija sehingga tidak terlalu banyak membutuhkan pasokan air.

Ganjar menyampaikan, elevasi waduk normal yakni 232.40 meter, sedangkan saat ini diangka 223,26 meter. Volume air normal sekitar 4 juta kubik, sedangkan volume air sekitar 65 ribu meter kubik.

"Ini masih status normal, karena elevasi minimum itu 222,90 meter. Namun saat ini tidak meleyani irigasi," terang Ganjar.

Pihaknya memperkirakan, irigasi akan dibuka kembali menjelang MT 1 yang diprediksi dimulai pada November 2019.

Petani asal Desa Suruh, Ngadino (63) mengatakan, untuk saat ini tidak menanam lagi, karena tidak ada air. "Musim hujan lagi menanam," katanya.

Menurutnya, jika dihitung-hitung ia mengalami kerugian apabila tetap menanam padi. "Sekali mengairi Rp 100.000. Biaya sekali tanam Rp 2 juta, itu mulai bibit sampai panen. Belum biaya operasional tiap hari. Kalau panen kira-kira 1 ton, jika ditebas laku Rp 5 juta," ungkapnya.

Adapun luas lahan miliknya seluas Rp 1.800 meter persegi. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved