30 Hektar Tanaman Kentang di Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara Terdampak Bun Upas

Kepala UPTD Dieng Dinas Pariwisata Banjarnegara mencatat, suhu permukaa tanah di Dieng pada Selasa (6/8) lalu mencapai minus 11 derajat C

30 Hektar Tanaman Kentang di Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara Terdampak Bun Upas
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
warga menunjukkan tanaman kentang yang layu karena terkena bun upas di dusun Pawuhan desa Karangtengah Batur Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Suhu di kawasan dataran tinggi Dieng turun drastis dalam dua hari terakhir. Kepala UPTD Dieng Dinas Pariwisata Banjarnegara mencatat, suhu permukaa tanah di Dieng pada Selasa (6/8) lalu mencapai minus 11 derajat C.

Sebelumnya, Senin (5/8), atau sehari usai even Dieng Culture Festival (DCF), suhu di wilayah sama mencapai minus 10,5 derajat C.

Suhu terendah dalam beberapa bulan terakhir di musim kemarau ini tak ayal melahirkan fenomena embun es. Cakupan area yang terkena embun es kali ini cukup tebal dan meluas hingga mencapai Desa Karangtengah.

Komplek Candi Arjuna biasanya terdampak paling parah saat embun es turun karena cekaman suhu di bawah titik beku. Biasanya, saat embun es meyelimuti kawasan ini, belum tentu desa lain di sekitarnya ikut terkena.

Namun, jika wilayah lain yang lebih rendah semisal Desa Karangtengah terkena embun es, sudah barang tentu komplek Candi Arjuna lebih parah dampaknya.

Tetapi yang terjadi saat ini di luar kebiasaan. Saat Dieng dicekam suhu minus 11 derajat C, dampak embun es di komplek Candi Arjuna, termasuk kebun kentang di sekitarnya tak begitu terasa.

Embun es atau bun upas hanya menutupi sebagian wilayah saja di kawasan itu alias tidak merata. Padahal, dari pengalaman sebelumnya, suhu minus 11 derajat C sudah cukup membuat mayoritas kawasan di komplek Candi Dieng memutih.

Anehnya, tutupan embun es justru paling banyak berada di dusun Pawuhan Desa Karangtengah, yang ketinggiannya masih berada di bawah Desa Dieng Kulon tempat Candi Arjuna.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Batur Agus Rifai mengatakan, dua hari berturut-turut wilayah Desa Karangtengah diterpa embun es cukup parah. Padahal, saat embun es menyelimuti tanaman kentang warga di komplek Candi Arjuna, Juni 2019 lalu, kawasan pertanian di desa ini masih aman.

"Sebelumnya belum, baru kali ini langsung parah, paling parah Senin malam,"katanya

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved