Ngopi Pagi

Fokus : Ikhwal Mati Lampu

PEMADAMAN listrik secara serentak di wilayah tersibuk di negeri ini melahirkan tanda tanya.

Fokus : Ikhwal Mati Lampu
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

Oleh Abduh Imanulhaq

Wartawan Tribun Jateng

PEMADAMAN listrik secara serentak di wilayah tersibuk di negeri ini melahirkan tanda tanya. Apakah kita sedang mengalami kondisi darurat listrik? Atau dengan bahasa yang lebih lugas, apakah Indonesia dilanda krisis listrik?

Kita tahu, masalah infrastruktur termasuk pasokan energi menjadi prioritas Jokowi dalam pemerintahannya. Tidak mengherankan bila Presiden tak menyembunyikan kegusaran ketika bertemu para pimpinan PLN.

Tanpa bertele-tele, Jokowi langsung meminta penjelasan mengenai masalah yang terjadi. Dari mimik dan gesturnya, kita melihat kepala negara kecewa mendengar keterangan mengenai gangguan yang terjadi pada sistem distribusi listrik.

Masalah mati lampu atau pemadaman listrik dalam durasi panjang ini memang bukan urusan remeh-temeh. Konsumen rumah tangga dan industri jelas dirugikan.

Tidak hanya industri skala besar yang harus terus memutar mesin produksi, usaha kecil menengah pun merasakan dampaknya. Sejumlah wirausaha di bidang konfeksi dan tekstil dilaporkan mengalami kerugian besar.

Pesanan tidak dapat terpenuhi tepat waktu, pesanan lain masih belum tergarap. Padahal modal yang kecil membuat mereka harus berusaha seefektif dan seefisien mungkin supaya bisa mendapat laba.

Bagi pegawainya, tidak ada listrik tak ada penghasilan karena mereka biasa bekerja menggunakan sistem borongan. Upah dihitung berdasarkan target yang tercapai dalam waktu itu pula.

Tak ada listrik berarti mesin jahit dan obras tidak bisa digunakan. Berarti tak ada pula uang untuk dibawa pulang bagi keluarga.

Halaman
12
Penulis: Abduh Imanulhaq
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved