Moratorium Biro Travel Haji Sebabkan Pertumbuhan Bisnis Stagnan

Moratorium penerbitan izin baru biro umrah dan haji dinilai membuat pertumbuhan bisnis perjalanan ibadah berjalan stagnan.

Moratorium Biro Travel Haji Sebabkan Pertumbuhan Bisnis Stagnan
VOX
Ibadah haji di Baitullah Mekkah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Moratorium penerbitan izin baru biro umrah dan haji dinilai membuat pertumbuhan bisnis perjalanan ibadah berjalan stagnan.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (Amphuri) Jateng, Endro Dwi Cahyono. Meski stagnan, menurut dia, hal itu adalah bagian dari proses untuk memberikan layanan yang lebih baik.

"Moratorium itu kan respon pemerintah atas musibah yang terjadi karena oknum yang menyalahgunakan dan menggunakan dana calon jemaah untuk kepentingan lain (kasus Firs Travel-Red). Ini bagus juga untuk pembenahan," katanya, ditemui di Hotel Grasia Semarang, Selasa (6/8).

Ia menyebut, saat ini Amphuri sebagai asosiasi akan membina dan membantu menyosialisasikan aturan Kemenag supaya dipahami dan dilaksanakan seluruh travel umrah dan haji, sehingga tidak ada lagi yang dirugikan.

Hal yang akan disosialisasikan antara lain adalah dimulainya penggunaan sistem 'siskopatuh'.

"Nantinya semua jemaah umrah bukan hanya haji akan membayar ke rekening bank yang ditunjuk pemerintah. Tujuannya untuk menghindari kejadian seperti dahulu (Firs Travel-Red). Jadi travel umroh dan haji tidak bisa seenaknya," ungkapnya.

Endro menuturkan, untuk tetap memacu pertumbuhan bisnis anggota di tengah kondisi stagnan, pihaknya rutin menggelar Amphuri Islamic Travel Expo (AITE), seperti akan digelar di Mal Paragon Semarang pada 16-18 Agustus 2019.

Ketua panitia AITE, Abdullah Munawar menjelaskan, nantinya akan ada 45 tenant dalam kegiatan itu. Selain travel haji dan umrah, Amphuri juga mengundang para penyedia jasa layanan perlengkapan haji, mulai dari pakaian haji, perlengkapan travel, perbankan, hingga klinik kesehatan haji.

"AITE ini merupakan tahun ke tiga yang digelar di Jateng. Tahun lalu selama tiga hari pameran kami meraih transaksi hingga Rp 6 miliar. Harapan kami tahun ini bisa lebih," bebernya.

Produk baru

Abdullah menyatakan, target itu karena AITE akan hadir dengan dua produk yang tergolong baru. Keduanya adalah umrah dengan rute Semarang-Jeddah, serta Haji Tanpa Antre.

"Umrah dari Semarang-Jeddah ini belum pernah ada sebelumnya, tanpa transit, dan hanya dengan Rp 21 juta sudah all-in. Masyarakat yang penasaran bisa datang besok di ajang AITE," bebernya.

Ia mengungkapkan, kerja sama dengan maskapai Citilink untuk menghadirkan penerbangan umrah tanpa transit itu adalah satu wujud upaya dari Amphuri Jateng melayani jemaah umroh dan haji di Jateng, khususnya Semarang.

Adapun, program Haji Tanpa Antre yang dihadirkan dalam ajang AITE itu biasa disebut dengan Haji Furodah. "Kenapa bisa tanpa antre? Karena ini menggunakan visa undangan dari Saudi Arabia, sehingga tidak menggunakan kuota dari Kementerian Agama," papar Endro.

Menurut dia, visa Haji Furodah saat ini sudah memiliki peraturan menteri sebagai landasan hukum. Pemberangkatannya pun sudah dilakukan mulai musim haji tahun ini. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved