Polres Salatiga Ringkus Pelaku Spesialis Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Sebulan Bisa Kantongi 100 Juta

Saat melakukan kejahatan modus tersangka berpura-pura membantu seseorang yang kartu ATM nya terganjal (tertelan)

Polres Salatiga Ringkus Pelaku Spesialis Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Sebulan Bisa Kantongi 100 Juta
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat menginterogasi pelaku kejahatan spesialis pembobol ATM dengan tusuk gigi, di Mapolresta Salatiga Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga berhasil mengungkap komplotan pelaku tindak kriminal spesialis pembobol mesin ATM dengan menggunakan tusuk gigi.

Mereka ialah Priyanto (40) warga Dusun Lima RT 01/RW 13, Bojongsari, Purbalingga dan Kodri Andre Ree (39) warga Perum Karanganyar Residence Blok G.3 No 20 RT 05/RW 07, Desa Karanganyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.

Kapolres Salatiga AKBP Gaot Hendro Hartono dalam gelar perkara mengatakan keduanya selama ini dalam operasinya banyak menyasar lokasi ATM yang sepi pada wilayah Jateng dan Jabar.

Peristiwa pembobolan ATM sendiri dapat terungkap berkat laporan masyarakat yang menjadi korban yakni Herman Putri Prabu (21) warga Jalan Magersari Gang Buntu RT 01/RW 07, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

“Peristiwa pembobolan mesin ATM terjadi pada Jumat (19/7/2019) sekira pukul 11.20 WIB di ATM Bank BRI Pasar Sapi, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Total pelaku sebenarnya empat orang, dua sekarang masih buron.

Saat melakukan kejahatan modus tersangka berpura-pura membantu seseorang yang kartu ATM nya terganjal (tertelan),” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Mapolresta Salatiga Rabu (7/8/2019)

AKBP Gatot menjelaskan padahal penyebab kartu ATM tertelan karena pelaku telah melakukan pengganjalan terlebih dahulu dengan menggunakan tusuk gigi.

Sehingga, setiap ada orang hendak mengambil uang tersangka lain berpura-pura membantu sambil menukar kartu ATM milik korban dengan tiruan atau bekas.

Ia menambahkan, ketika korban dalam keadaan bingung datang pelaku lain yang menanyakan kode keamanan (PIN) terhadap korban.

Halaman
123
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved