Ratusan Pelajar MTs dan SMK Nahdlatul Ulama Ungaran Lakukan Salat Gaib untuk Mbah Moen

Ribuan siswa dari MTs dan SMK Nahdlatul Ulama (NU) Ungaran menyelenggarakan salat gaib atas berpulangnya KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

Ratusan Pelajar MTs dan SMK Nahdlatul Ulama Ungaran Lakukan Salat Gaib untuk Mbah Moen
IST
2.200 siswa dan siswa MTs dan SMK Nahdlatul Ulama Ungaran melaksanakan salat gaib atas wafatnya KH Maimoen Zubair pada Rabu (7/8/2019) pagi di lapangan sekolah. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ratusan siswa dari MTs dan SMK Nahdlatul Ulama (NU) Ungaran menyelenggarakan salat gaib atas berpulangnya KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Rabu (7/8/2019) pagi.

Salat gaib tersebut merupakan wujud bela sungkawa atas kepergian ulama besar pemilik Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Hanik, Ketua Robitho Ma'had Islam Pengurus Cabang NU Kabupaten Semarang.

"Siswa-siswi MTs dan SMK NU Ungaran melakukan salat gaib atas wafatnya KH Maimoen Zubair. Jumlah seluruh siswa yang terlibat mencapai 2.200 orang," ujarnya pada Tribun Jateng.

Sebelum Berangkat ke Makkah, Almarhum KH Maimoen Zubair Titip Pesan ke Wagub Jateng

Pelaksanaan salat gaib dilakukan pada pagi hari sebelum para siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Salat gaib dilaksanakan di lapangan sekolah dan dipimpin oleh KH Zaenal Muttaqin.

Selain melakukan salat gaib, para siswa juga memanjatkan doa bagi Mbah Moen dengan membacakan yasin dan tahlil.

Sehari sebelumnya, kabar wafatnya Mbah Moen menyebar di kalangan masyarakat melalui pesan berantai.

Pelaksanaan salat gaib ini diinisiasi oleh pihak sekolah.

Panggil Direksi PLN, Anggota DPR Pertanyakan Pimpinan PLN yang Selalu dari Jurusan Ekonomi

Selain mengajarkan dan mempraktikkan langsung materi pelajaran terkait salat gaib, para siswa juga semakin mengenal sosok Mbah Moen sebagai ulama panutan yang memiliki sifat sederhana namun kaya akan ilmu, terutama bidang fiqih.

"Sikap dan sifat beliau yang menjunjung persatuan, kesatuan, emansipasi, dan sangat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, red) yang juga kami tanamkan pada para siswa sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved