Yuliyanto Sebut Rendahnya Pasar Modal Syariah Lantaran Kurangnya Literasi

Masih rendahnya literasi dan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal, disinyalir menjadi penyebab masih rendahnya perkembangan pasar modal syariah

Yuliyanto Sebut Rendahnya Pasar Modal Syariah Lantaran Kurangnya Literasi
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Walikota Salatiga Yuliyanto saat membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) Pasar Modal Syariah di Hotel Grand Wahid Salatiga, Rabu (7/8/2019). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Masih rendahnya literasi dan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal, disinyalir menjadi penyebab masih rendahnya perkembangan pasar modal syariah di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Salatiga, Yuliyanto saat membuka Training of Trainer (TOT) Pasar Modal Syariah di Hotel Grand Wahid Salatiga, Rabu (7/8/2019).

Menurut Walikota Salatiga mengacu data  Bursa Efek Indonesia (BEI) Maret 2019 perkembangan investor di pasar modal syariah mencapai 50,5 ribu investor.

Hanya saja dibandingkan dengan jumlah warga muslim di Indonesia kondisi itu masih sangat rendah.

"Pada tahun 2017 jumlahnya tidak lebih dari 23 ribu investor.

Meski demikian, perkembangan besar tersebut masih tergolong rendah apabila dibandingkan dengan jumlah warga muslim mencapai 85 persen dari total penduduk sekira 260 juta jiwa,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (7/8/2019)

Dikatakannya perlu adanya peningkatan literasi syariah melalui instansi, kampus dan lembaga masyarakat.

Ia mengapresiasi Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (PD MES) Salatiga, yang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas kegiatan TOT.

Dia berharap pemahaman peserta dapat bertambah dan kemudian bisa membantu menyebarluaskan ke masyarakat khususnya di Salatiga, mengenai  instrumen-instrumen syariah seperti obligasi, saham, reksa dana dan lain-lain.

"Karena selama ini, sebagian besar masyarakat masih menilai bahwa menanam saham adalah haram sebagaimana berjudi (gambling).

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved