Antusiasnya Ibu Ibu Tambaklorok Semarang Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Menyongsong kesiapan menjadi Kampung Bahari, para ibu di Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang antusias mengikuti pelatihan

Antusiasnya Ibu Ibu Tambaklorok Semarang Ikuti Pelatihan Kewirausahaan
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) bekerjasama dengan Dinas Koperasi Kota Semarang mengadakan pelatihan membuat kerajinan tangan atau handycraft berbahan dasar kerang laut yang sudah tidak terpakai untuk di jadikan hiasan seperti gantungan, bros dan aksesoris di Rumah Baca Kampung Tambak Lorok, Semarang Utara, Kamis (8/8). Pelatihan kapasitas kewirausahaan mikro ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada perempuan pesisir Tambak Lorok siap menyongsong kampung wisata bahari. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menyongsong kesiapan menjadi Kampung Bahari, para ibu di Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang antusias mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) atas kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang di Kampung Tambaklorok, Kamis (8/8/2019).

Ketua DPD KNTI Kota Semarang, Slamet Ari Nugroho mengatakan, pengembangan SDM menjadi perhatian KNTI di Kampung Tambaklorok.

Hal ini mengingat kampung yang dibangun Pemerintah Pusat digadang akan menjadi Kampung Bahari.

Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Tambaklorok.

"Hari ini kami berikan pelatihan membuat kerajinan dari kerang hijau kepada ibu-ibu.

Kenapa kerang hijau?

Karena di sini melimpah cangkang kerang hijau.

Jadi, kami punya inisiatif bagaimana jika kerang ini dijadikan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi kedepannya," papar Ari, Kamis (8/8/2019).

Kedepan, pihaknya juga ingin membekali masyarakat Tambaklorok terkait pengelolaan sampah dan bank sampah agar mereka dapat mengatasi persoalan sampah di lingkungannya.

Selain itu, KNTI juga perlu memberikan pengetahuan mengenai penggunaan jaring yang ramah lingkungan agar ekosistem laut dapat terus dijadikan ladang bagi maayarakat Tambaklorok.

Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Bejo Imam Suroso mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang siap mendukung pemasaran produk yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Bahari Tambaklorok.

Pemkot memiliki empat galeri UMKM yang bisa menampung hasil kreasi mereka.

Tentu saja, hasil kreasi tersebut harus melalui proses kurasi jika akan ditampilkan di galeri.

"Kami punya empat galeri UMKM di Kota Semarang, di Kota Lama, di Balaikota, dan 2 pasar Tradisional.

Itu siap menampung hasil kreasi warga Tambaklorok untuk ditampilkan dan dikenalkan pada pengunjung galeri," katanya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved