Bolos Sekolah, Delapan Pelajar Terjaring Razia Satpol PP Salatiga

Pada operasi kali ini terjaring sebanyak delapan pelajar dari jenjang SMP dan SMK

Bolos Sekolah, Delapan Pelajar Terjaring Razia Satpol PP Salatiga
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Satpol PP Kota Salatiga saat merazia pelajar yang membolos pada jam sekolah di Salatiga, Kamis (8/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga menggelar razia pelajar yang kedapatan membolos ketika jam mata pelajaran pada sekolah masing-masing masih berlangsung tetapi ditinggalkan untuk kegiatan lain.

Pada operasi kali ini terjaring sebanyak delapan pelajar dari jenjang SMP dan SMK.

Kepala Satpol PP Kota Salatiga Yayat Nurhayat mengatakan razia dilakukan bertujuan menertibkan pelajar yang memiliki kebiasaan meninggalkan sekolah saat jam mata pelajaran masih berlangsung dengan bepergian ke tempat-tempat hiburan seperti game online atau tempat tongkrongan.

“Pada razia kali ini kami mengamankan delapan pelajar setingkat SMP dan SMK. Operasi sendiri menyasar juga siswa SMA. Mereka kedapatan membolos berada di luar sekolah tanpa ada keterangan dengan mendatangi tempat hiburan pada wilayah Kota Salatiga,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (8/8/2019)

Dikatakan Yayat jajarannya melaksanakan operasi sejak Rabu (7/8/2019) pada hari pertama tidak ditemukan pelajar yang membolos saat jam pelajaran sekolah. Razia terhadap pelajar ini akan berlansung sampai seminggu kedepan sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan terhadap kenakalan remaja.

Ia menambahkan, selain Satpol PP pihaknya juga menggandeng Dinas Pendidikan Kota Salatiga untuk pelaporannya. Kepada personil yang terlibat operasi gabungan diminta selalu memperlakukan siswa baik SMP atau SMA, dan SMK agar memperlakukannya dengan baik karena tergolong masih anak-anak.

“Kami akan lakukan pembinaan kepada mereka setelah didata petugas, seperti konseling anak didik agar bisa menggunakan waktu belajar di sekolah dengan baik. Tidak hanya itu saja, pendidik yang merupakan guru masing-masing murid juga harus melakukan pengawasan secara berkelanjutan,” katanya

Yayat menjelaskan, operasi ini bertujuan untuk mengontrol jam belajar anak sekolah baik untuk level menengah (SMP) maupun atas yakni tingkat SMA/SMK untuk menggunakannya dengan baik. Sebaliknya, mereka tidak memanfaatkan untuk hal yang tidak perlu karenanya fungsi Satpol PP merazia juga sebagai bentuk kontrol.

Pihaknya menyebutkan tren kenakalan remaja khususnya anak sekolah yang membolos saat jam mata pelajaran di Kota Salatiga telah menurun. Meski demikian lanjutnya, upaya persuasif, edukatif dan pengawasannya akan terus dilakukan bekerjasama dengan berbagai pihak.

“Kami senantiasa akan mengawasi dimana saja tempat berkumpulnya anak-anak tersebut. Hal ini yang harus kita awasi terus selama jam sekolah. Saya harap tidak ada yang membolos karena kita akan terus melakukan pengawasan dan monitoring tentunya,” ujarnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved