Undang Pelaku Usaha, BP2D Kabupaten Tegal Kebut Kejar Target Pendapatan Pajak

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) Kabupaten Tegal mengundang ratusan pelaku usaha dari bidang perhotelan, restoran, dan minimarket.

Undang Pelaku Usaha, BP2D Kabupaten Tegal Kebut Kejar Target Pendapatan Pajak
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Kepala BP2D Kabupaten Tegal Muhammad Soleh memberikan materi di acara sosialisasi tentang pajak daerah di hadapan ratusan pelaku usaha, Kamis (8/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Memacu kesadaran Wajib Pajak, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) Kabupaten Tegal mengundang ratusan pelaku usaha dari bidang perhotelan, restoran, dan minimarket.

Hal itu diselenggarakan BP2D dalam Sosialisasi Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pajak Daerah di Grand Dian Slawi, Kamis (8/8/2019).

Selaku pemateri, Kepala BP2D Kabupaten Tegal, Muhammad Soleh menuturkan, pihaknya kini dihadapkan pada tantangan yang cukup tinggi dalam target perolehan pajak.

Pemkab Tegal Inginkan Siswa Bisa Jadi Duta Lingkungan, Setidaknya di Sekitar Sekolah Mereka

Pemkab Tegal Kembangkan Program Loakkan, Anak Lahir dapat Akta, KK dan KIA

Pasalnya, BP2D ditarget harus memperoleh pendapatan pajak daerah sebesar Rp 104 miliar pada 2019 ini.

"Sedangkan realisasi per Agustus 2019 ini baru mencapai Rp 60.869.106.868. Kami harus mengejar sekitar Rp 43 miliar lagi di sisa waktu yang ada," kata Soleh kepada Tribunjateng.com, usai sosialisasi.

Dia menyebut, target itu bisa dicapai melalui 11 item Wajib Pajak yang di antaranya dari usaha perhotelan, restoran, dan minimarket.

Apresiasi Brigjen TNI Dedi Priatna Kepada Masyarakat Jatimulya dan Pemkab Tegal

Pemkab Tegal Akan Bangun TPA Seluas 15 Hektare di Karangmalang Kedungbanteng

Dia mengajak untuk membayar pajak wajib pungut yang dihitung secara mandiri oleh pelaku usaha sendiri.

"Pajak wajib pungut harus disetorkan ke kas daerah. Ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi pelaku usaha. Inovasi pun telah kami terapkan melalui e-Retda," jelasnya.

Lebih lanjut, Soleh juga menegaskan bagi para pelaku usaha yang dikenakan pajak wajib pungut secara mandiri harus membayarnya pada awal bulan.

Video Pemkot Kota Tegal Beri 4,2 M untuk Tenaga Keagamaan

ASN Pemkot Tegal Ikuti Lomba Bakiak, Begini Sekelumit Keseruan dan Tujuannya

"Bayar setiap bulan. Minimal sebelum tanggal 10. Itu deadlinenya. Kalau lebih dari itu nanti kena denda," sambung dia.

Sementara, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Tegal, Eko Jati Suntoro meminta agar BP2D perlu melakukan inovasi dan terobosan.

"Supaya dapat mengoptimalkan pendapatan pajak daerah secara terpadu, sistematis, dan berkesinambungan," pesan Eko mewakili Bupati Tegal. (Akhtur Gumilang)

Zainul Akui Terjadi Kekacauan, Janji Bereskan Masalah di Pasar Sorogenen Pekalongan

Pemilik Hotel Roro Indah Kendal Minta Pertanggungjawaban Pabrik Beton, Dinding Bangunan Banyak Retak

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved