Ngopi Pagi

Fokus : Kompak Menangkal Hoax

DUA hari lalu, awak redaksi Tribun Jateng dikejutkan oleh beredarnya berita hoax yang menyertakan link berita dari Tribunjateng.com.

Fokus : Kompak Menangkal Hoax
tribunjateng/grafis/bram kusuma
ERWIN Ardiansyah wartawan Tribun Jateng 

Oleh Erwin Ardian

Wartawan Tribun Jateng

DUA hari lalu, awak redaksi Tribun Jateng dikejutkan oleh beredarnya berita hoax yang menyertakan link berita dari Tribunjateng.com. Dalam pesan yang beredar cepat di grup-grup whatsapp itu, ada tulisan link

berita https://jateng.tribunnews.com/2019/08/06/info-pemeliharaan-jaringan-listrik-pln-ulp-semarang-tengah-besok-rabu-7-agustus-2019. 

Link berita itu kemudian diikuti oleh keterangan dalam pesan whatsapp yang berbunyi: Bsk Rabu 7 agst pagi jam 9 smpai jam 16 pemadaman listrik secara menyeluruh wilayah jateng, spy persiapan tandon air dll untk kebutuhan sehari.

Dengan cepat pesan itu mengalir ke grup banyak WA warga Jateng. Bagi mereka yang teliti membaca, tentu segera menemukan keanehan dalam kabar hoax itu. Judul di link berita itu berbeda dengan keterangan tambahan.

Di judul dan tulisan dalam berita itu, pemadaman listrik terjadi di sebagian wilayah Semarang Tengah. Pengumuman yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) seperti ini sebenarnya adalah hal biasa dan sudah rutin dilakukan, mengingat jaringan listrik perlu pemeliharaan.

Namun dalam keterangan tambahan pesan berantai itu, listrik yang padam bukanlah Semarang Tengah, melainkan diubah menjadi Jateng (Jawa Tengah). Meski hanya beda satu kata dari Semarang menjadi Jateng, maknanya jauh berbeda. Selama ini belum pernah sekalipun PLN memasang pengumuman listrik akan padam di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Alhasil para pengguna WA yang kurang teliti membaca pesan, panik. Mereka langsung menyebarkan berita itu ke grup WA masing-masing. Padahal seandainya cuma membaca judulnya saja, segera diketahui kalau di dalam berita sebenarnya yang padam hanyalah beberapa wilayah di Semarang Tengah, bukan Jateng.

Berawal dari ulah orang yang tak bertanggungjawab dengan menambah keterangan bohong di bawah link berita, hoax mengalir lancar tanpa hambatan. Pergerakan berita hoax makin cepat didukung pemakai media sosial dan whatsapp yang ringan tangan menyebar berita, tanpa lebih dulu membaca atau mengonfirmasi ke pihak berwenang.

Berita pemadaman listrik di seluruh wilayah Jateng menjadi menarik, apalagi kalau dikaitkan dengan padamnya listrik di Jabar dan Jakarta beberapa hari sebelumnya. Belum diketahui apakah itu hanya sekadar ulah iseng seseorang, atau si penyebar berita ingin menimbulkan keresahan di masyarakat.

Beruntung, dengan cepat, PLN melalui humasnya segera menangkal berita hoax yang beredar dengan memberikan klarifikasi. Melalui media yang sama, PLN menjelaskan bahwa berita rencana pemadaman listrik di sebagian wilayah Semarang Tengah adalah benar. Namun PLN dengan tegas membantah adanya rencana pemadaman listrik di seluruh wilayah Jateng.

Tribunjateng pun segera menerbitkan berita yang berisi penjelasan PLN soal berita hoax yang terlanjur beredar. Tak lama kemudian, berita klarifikasi mulai beredar di jalur yang sama, yakni grup WA dan media sosial. Dan dampak dari kabar hoax pun mulai reda.

Ada pelajaran yang dipetik dari hoax pemadaman itu, yakni, jangan mudah menyebar berita sebelum membaca dan memahami isinya. Kecepatan penanganan hoax yang dilakukan oleh tim humas PLN patut diapresiasi. Dengan kompak menangkal hoax, kabar yang menyesatkan dan meresahkan bisa dicegah. Karena tak jauh beda dengan fitnah, hoax juga sama kejamnya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved