Ini Alasan Manajemen PSIS Semarang Pecat Jafri Sastra, Disebut Ada Target Meleset

Manajemen PSIS Semarang memutuskan untuk berpisah dengan pelatih kepala Jafri Sastra usai melakukan rapat evaluasi.

Ini Alasan Manajemen PSIS Semarang Pecat Jafri Sastra, Disebut Ada Target Meleset
Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
Komisaris PSIS Semarang, Kairul Anwar (Tengah) bersama manajer tim, Setyo Agung Nugroho (Kiri), dan General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto hadir dalam jumpa pers berkaitan dengan pengumuman pemecatan Jafri Sastra sebagai pelatih kepala PSIS Semarang, di Jalan Semeru Dalam 1 Semarang, Kamis (8/8/2019) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang memutuskan untuk berpisah dengan pelatih kepala Jafri Sastra usai melakukan rapat evaluasi.

Pasca bertemu dengan Jafri Sastra pada Kamis (8/8/2019) pagi, manajemen Mahesa Jenar mengumumkan secara resmi pemberhentian Jafri Sastra pada Kamis siang.

Komisaris PSIS Semarang, Kairul Anwar mengatakan alasan memecat Jafri Sastra dilandasi target awal musim yang meleset.

Musim ini, pelatih berusia 54 tahun tersebut ditarget untuk menyapu bersih semua laga kandang.

Namun dalam perjalannnya, PSIS sudah menelan empat kekalahan sejauh ini.

"Sebetulnya tidak ada yang salah dalam tim. Beliau adalah pelatih hebat. Di dalam sebuah tim, kita dari manajemen pasti akan mentarget. Kalau target itu tidak terpenuhi otomatis manajemen akan bersikap. Jadi coach Jafri tidak ada masalah. Tapi karena target tidak terpenuhi ya mau tidak mau kami harus bersikap," tegas Kairul.

"Target kita untuk pertandingan home, paling tidak seri. Jangan sampai kalah. Kita mau semua laga home disapu bersih. Itu komitmen di awal. Tapi selama ini kan empat laga home kita sudah kalah. Ini betul-betul menjadi bahan evaluasi kami," imbuh Kairul.

Mengenai pergantian pelatih, Kairul mengatakan pihaknya saat ini masih merahasiakan. Sebab masih dalam tahap penjajakan. Yang jelas, Kairul mengatakan secepatnya akan mengumumkan secara resmi pelatih baru.

Saat ini, manajemen Mahesa Jenar menunjuk tiga sosok yang diangkat sebagai carekater.

Diantaranya, direktur teknik PSIS, Bambang Nurdiansyah, Asisten pelatih Widyantoro, dan Direktur Akademi PSIS, Muhammad Ridwan.

"Kita ini sementara ada pak Bambang Nurdiansyah, Widyantoro, dan M Ridwan, kita harapkan mereka berkolaborasi. Mengenai siapa yang mengepalai, kami menunggu keputusan CEO. Kebetulan beliau masih di Malang," kata Kairul.

Selain mengevaluasi pelatih kepala, PSIS juga bakal mengevaluasi pemain yang kontribusinya minim sejauh ini.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto mengatakan pihaknya akan menunggu hasil evaluasi dari pelatih baru dan juga caretaker yang ada saat ini.

"Untuk evaluasi pemain, memang kami akan melakukan evalusi untuk pemain. Tapi untuk sekarang kami tidak bisa mengganti. Menunggu pembukaan transfer window. Kami juga butuh masukan tim pelatih yang baru. Kami tidak mau gegabah karena tim ini sebetulnya lebih baik dari materi musim lalu. Kami akan menunggu hasil evaluasi dari tim pelatih yang baru," kata Liluk.(*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved