Satpol PP Kota Semarang Akan Amankan SK dan GBL 45 Hari Pasca Penutupan

Satpol PP Kota Semarang akan melakukan pengawasan secara intensif pasca penutupan dua lokalisasi, Sunan Kuning (SK) dan Gambilangu (GBL).

Satpol PP Kota Semarang Akan Amankan SK dan GBL 45 Hari Pasca Penutupan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, memberikan paparan terkait rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu yang akan dilakukan pada 15 Agustus 2019, di ruang Lokakrida Balai Kota Semarang, Selasa (6/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang akan melakukan pengawasan secara intensif pasca penutupan dua lokalisasi, Sunan Kuning (SK) dan Gambilangu (GBL).

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, akan membuka posko di dua lokalisasi tersebut selama 45 hari pasca penutupan.

Pos tersebut nanti akan dijaga oleh pihak Satpol PP Kota Semarang, Polrestabes Kota Semarang, dan Kodim Kota Semarang.

Saat ini, Fajar masih memberikan kebebasan bagi para wanita pekerja seks (WPS) melakukan aktivitas seperti biasa.

Pihaknya tidak akan memaksa mereka untuk kembali ke daerah asal masing-masing selama dana tali asih belum diberikan.

"WPS akan diminta untuk pulang ke daerah masing-masing setelah mendapatkan tali asih dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang," ucapnya, Kamis (8/8/2019).

Ini Pengakuan Wanita Cantik yang Fotonya Dipakai TKI Taiwan untuk Menipu Calon Suaminya

Apes, COD Beli Sepeda Malah Dihajar Kawanan Pemuda, Uang Rp 5 Juta Milik Nur Sodik Juga Digondol

Apabila dana tali asih sudah diberikan, Fajar tidak akan memberikan toleransi kepada mereka.

Mereka harus pulang ke daerah masing-masing.

Mereka juga dilarang menjajakan diri menawarkan prostitusi di sepanjang ruas jalan Kota Semarang.

Satpol PP Kota Semarang juga akan memasang spanduk di setiap lokalisasi sebagai tanda bahwa prostitusi telah ditutup.

Ini sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar mereka yang biasa mengunjungi lokalisasi tersebut mengetahui bahwa tempat itu ditutup.

Mengantisipasi WPS berpindah ke jalan dan tempat-tempat lainnya, Fajar akan mengintensifkan yustisi ke sejumlah tempat yang dimungkinkan WPS menjajakan diri.

"Insyaallah tidak ada yang turun ke jalan.

Sejak sosialsiasi hingga sekarang, kami selalu meyustisi panti pijat, tempat karaoke dan tempat lain yang bisa untuk menjajakan prostitusi," katanya. (eyf)

Berdalih Tak Dilayani Istri, Guru Ngaji di Kebumen Ini Malah Nodai Anak Umur 5 Tahun

Unik, Widjiyanti Sulap Lumpur Jadi Pewarna Batik

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved