Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning, Pemkot Semarang yang Mendirikan dan Kini Akan Menutupnya

Pemerintah Kota Semarang atau Pemkot Semarang segera melakukan penutupan Resosialisasi Argorejo atau yang biasa disebut lokalisasi Sunan Kuning.

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning, Pemkot  Semarang yang Mendirikan dan Kini Akan Menutupnya
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Penulis buku Ough! Sunan Kuning (1966-2019) dan sejarawan, Bambang Iss Wijaya, usai melakukan diskusi dan bedah buku bersama warga Resos Argorejo, Rabu (7/8/2019). 

"Ada sebagian yang kembali ke resos Argorejo, tapi sebagian lainnya akan dipindah ke lokasi yang ada di Pudak Payung. Tapi warga sekitar situ menolak dan banyak rumah yang sudah dibuat Pemkot dirobohkan warga. Akhirnya mereka tetap dialihkan ke resos Argorejo," tambah dia.

Karni Ilyas Diminta Hadirkan Pohon Penyebab Listrik Padam ke ILC, Mantan Dirut PLN Beri Penjelasan

Timnas U-18 Indonesia Puncaki Klasemen Piala AFF U-18 usai Menang Telak dari Timor Leste

Penutupan tempat prostitusi yang ada di Indonesia tidak terlepas dari peran Menteri Sosial saat masih dijabat oleh Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Bambang, Khofifah mengeluarkan aturan Pemkot dan Pemkab untuk menutup tempat prostitusi maksimal hingga tahun 2019.

"Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya sudah. Maka kini giliran Semarang. Tapi saya yakin prostiusi masih tetap berjalan walau dengan nama lain. Sama seperti Dolly yang saat ini juga masih ada," tutupnya. (Faisal Affan)

Penulis: faisal affan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved