WCC UIN Walisongo Semarang Bekali Mahasiswa Tingkatkan Softskill

Adapun pelatihan mengangkat tema 'Pelatihan Softskill Siap Kerja', yang dihadiri 45 mahasiswa angkatan 2015-2018.

WCC UIN Walisongo Semarang Bekali Mahasiswa Tingkatkan Softskill
ISTIMEWA
Pelatihan softskill yang diinisiasi Walisongo Career Center (WCC) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, bekerjasama dengan USAID RWAP, di ruang Laboratorium Dakwah (Labda) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Semarang, Kamis (8/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa dituntut melengkapi softskill dan hardskill sebelum terjun di dunia kerja.

Hal tersebut agar keahlian yang dipelajari mahasiswa selama berkuliah semakin maksimal.

Hal itu diungkapkan Nur syamsudin, Ketua LP2M UIN Walisongo di sela pelatihan softskill yang diinisiasi Walisongo Career Center (WCC) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, bekerjasama dengan USAID RWAP, di ruang Laboratorium Dakwah (Labda) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Semarang, Kamis (8/8/2019).

Adapun pelatihan mengangkat tema 'Pelatihan Softskill Siap Kerja', yang dihadiri 45 mahasiswa angkatan 2015-2018.

"Dalam persaingan dunia kerja ke depan, memiliki hardskill merupakan salah satu kunci untuk meraih apa yang dicita-citakan," papar dia.

Meski begitu menurutnya kemampuan hardskill atau kemampan pencapaian nilai akademis saja tidak cukup.
Sehingga harus diimbangi dengan kemampuan softskill.

"Kelemahan di bidang softskill berupa karakter yang melekat pada diri seseorang, butuh usaha keras untuk mengubahnya."

"Softskill bukan sesuatu yang stagnan, tapi bisa diasah dan ditingkatkan melalui tempaan di dalam kampus," ungkap dia.

Menurutnya materi softskill tak diajarkan pada mata perkuliahan.

Maka mahasiswa harus mengikuti pelatihan di luar perkuliahan dengan cara berorganisasi secara baik.

"Mereka dituntut bisa mandiri dan punya jiwa pencipta pekerjaan. Bukan pencari pekerjaan di zaman teknologi," ungkapnya.

Softskill yang harus dimiliki generasi millennial, di antaranya terkait kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, manajemen waktu dan keuangan.

"Artinya mengajak mahasiswa punya skill dan wawasan yang kuat untuk memperkuat keahlian yang sudah diajarkan di kampus," imbuh dia. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved