15 Mahasiswa Jepang Ikuti EASE 2019 di UKSW Salatiga

kegiatan yang sudah dirancang dalam EASE tahun ini merupakan terjemahan dari a whole person education.

15 Mahasiswa Jepang Ikuti EASE 2019 di UKSW Salatiga
Istimewa
Sejumlah peserta East Asia Student Encounter (EASE) 2019 berfoto bersama di halaman Ruang Nusantara Languange Training Center (LTC) UKSW. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sebanyak 15 mahasiswa dari Kwansei Gakuin University (KGU) Jepang yang dipimpin Dr. Akahoshi Sho dan 12 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali bertemu dalam gelaran East Asia Student Encounter (EASE) 2019.

EASE merupakan program tahunan pertemuan dua universitas.

Pembantu Rektor IV UKSW bidang kerja sama kelembagaan dan internasionalisasi Joseph Ernest Mambu mengatakan pertemuan tahun ini mengangkat tema 'Budaya, Alam, Manusia: Kekayaan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan'.

"EASE berlangsung hingga 20 Agustus mendatang."

"Sebagai salah satu program internasional terlama di UKSW, EASE diharapkan juga mampu mengeksplor isu-isu kekinian terkait dengan pembangunan berkelanjutan," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Jumat (9/8/2019)

Leader EASE UKSW Salatiga Aldi Herindra Lasso menambahkan kegiatan yang sudah dirancang dalam EASE tahun ini merupakan terjemahan dari a whole person education.

Peserta tidak hanya kuliah dalam kelas saja tetapi juga melakukan kunjungan, berinteraksi langsung dengan pengelola destinasi pariwisata, petani dan masyarakat umum lainnya.

“Akan ada tiga destinasi pariwisata yang akan dikunjungi, mulai dari yang sudah mapan, sedang berkembang dan masih potensial."

"Di sana peserta akan tinggal di rumah penduduk, berinteraksi langsung serta melakukan observasi," katanya.

Lebih lanjut Aldi Lasso menerangkan peserta nantinya juga dituntut membuat rekomendasi-rekomendasi agar destinasi yang dikunjungi menjadi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Ia berharap peserta dari luar negeri yang mana kali ini berasal Jepang dapat merasakan langsung bagaimana Indonesia, mereka tidak hanya menjadi turis tetapi juga memberikan masukan untuk pengembangan pariwisata.

"Adapun ketiga tempat yang akan dikunjungi adalah Desa Samiran, Desa Genden dan juga Desa Kecandran,” imbuhnya.

Pihaknya menyatakan dua minggu kegiatan EASE selain kunjungan, juga akan diisi dengan perkenalan budaya masing-masing negara lewat kegiatan food sharing dan juga culture sharing.

EASE tahun ini lanjutnya, sudah memasuki usia ke-42.

Program ini telah berlangsung setiap tahun tanpa henti dimana setiap tahun genap akan diadakan di KGU Jepang dan pada tahun ganjil diadakan di UKSW Salatiga. (M Naiful Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved