Buron Selama 2 Minggu, Arpol Pelaku Rudapaksa Anak di Bawah Umur di Semarang Ditangkap di Salatiga

Pelaku dugaan pencabulan anak di bawah umur itu ditangkap Unit Resmob Polsek Genuk di Salatiga, Kamis (8/8/2019).

Buron Selama 2 Minggu, Arpol Pelaku Rudapaksa Anak di Bawah Umur di Semarang Ditangkap di Salatiga
ISTIMEWA
Arpol (tak pakai baju) pelaku ke-4 pencabulan anak di bawah umur saat dimintai keterangan oleh Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin (baju dines) dan tim usai tertangkap di Salatiga. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelarian Arnes Polinus Silalahi alias Arpol (19) selama kurang lebih dua minggu akhirnya berakhir.

Pelaku dugaan pencabulan anak di bawah umur itu ditangkap Unit Resmob Polsek Genuk di Salatiga, Kamis (8/8/2019).

Arpol bersama tiga pelaku lain yakni Julia Manda Sihotang (19) warga Bangetayu Kecamatan Genuk, Kota Semarang, WH (15) Kelahiran Gorobogan, dan OT (16) warga Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, memperkosa seorang pelajar berinisial RP (15).

Perbuatan tidak senonoh tersebut dilakukan di sebuah kebun pisang samping Posyandu di Kelurahan Bangetayu Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (26/7/2019).

Dikonformasi Tribun Jateng, Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin membenarkan, pemilik nama lengkap Arnes Polinus Silalah (19) warga Telogosari Pedurungan Kota Semarang itu berhasil diringkus Unit Resmob Polsek Genuk kemarin.

Lebih lanjut, pihaknya langsung membawa Arpol ke Polsek genuk dilakukan penahanan dan penyidikan.

"Jadi tersangka ini kabur ke saudara-saudaranya namun ditolak. Kemudian dia ikut truk sampai di Salatiga. Di situlah tim kami melakukan penangkapan dan segera kami lakukan penyidikan," ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Sebelumnya ketiga tersangka lain sudah berhasil diringkus selang beberapa hari pasca kejadian. Ketiganya sudah selesai proses penyidikan dengan berkas sudah masuk ke pihak kejaksaan.

Adapun berkas Arpol akan segera disusulkan menjadi berkas lanjutan.

"Yang ke-4 ini adalah seorang residivis. Berkasnya nanti menyusul. Jadi ada 4 jenis berkas, 1 berkas pelaku di bawah umur ada 2 orang, 1 berkas pelaku dewasa yang awal, dan 1 lagi berkas susulan milik Arpol.

"Perlakukan dan proses sesuai undang-undang akan beda. Tetapi pasal yang digunakan sama," tutur Kapolsek Genuk.

Dengan kejadian hal ini, Kompol Zaenul Arifin mengimbau kepada masyarakat Genuk maupun Kota Semarang untuk lebih ketat dalam menjaga dan mengawasi kegiatan anak-anaknya.

Pihaknya juga menyampaikan agar masyarakat tidak sungkan-sungkan melaporkan ke Polsek Genuk manakala melihat atau mendapati tetangganya menjualkan atau meminum minuman keras supaya segera dilakukan penindakan.

"Jangan sungkan lapor ini semua awalnya minuman keras.

Kami juga mendatangkan polwan ke rumah korban untuk menghibur korban menyemangati agar tidak depresi dan segera kembali sedia kala. Intinya menghibur," pungkasnya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved