Jafri Sastra Dipecat PSIS Semarang, Arthur Bonai Bicara Soal Sosok Pelatih Baru
Dalam tujuh laga kandang sejauh ini, PSIS sudah menelan empat kekalahan, dua kali kemenangan dan sekali hasil seri
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jafri Sastra menjadi pelatih ketujuh korban kerasnya kompetisi Liga 1 musim 2019.
Pelatih asal Padang, Sumatera Barat ini diputus kontraknya karena dianggap gagal memenuhi target manajemen PSIS Semarang hingga memasuki pekan ketiga belas kompetisi Liga 1 tahun ini.
Kamis (8/8/2019) siang kemarin, melalui Komisaris klub, Khairul Anwar, PSIS Semarang mengumumkan kebersamaannya dengan Jafri Sastra resmi berakhir.
Dalam tujuh laga kandang sejauh ini, PSIS sudah menelan empat kekalahan, dua kali kemenangan dan sekali hasil seri.
"Sebetulnya tidak ada yang salah dalam tim. Beliau adalah pelatih hebat. Di dalam sebuah tim, kita dari manajemen pasti akan mentarget.
Kalau target itu tidak terpenuhi otomatis manajemen akan bersikap. Jadi coach Jafri tidak ada masalah.
Tapi karena target tidak terpenuhi ya mau tidak mau kami harus bersikap," tegas Kairul dalam jumpa pers di Mess PSIS, Jalan Semeru Dalam 1, Semarang, Kamis kemarin.
Sebelum Jafri Sastra, beberapa pelatih klub Liga 1 lainnya juga dipecat karena dianggap gagal mengangkat performa tim.
Diantaranya, Fabio Lopez (Borneo FC), Ivan Kolev (Persija Jakarta), Aji Santoso (Persela Lamongan), Jacksen F Thiago (Barito Putera), Luciano Leandro (Persipura Jayapura), dan Jan Saragih (Perseru Badak Lampung FC).
Sementara itu, gelandang PSIS Semarang, Arthur Barrios Bonai mengatakan, dirinya cukup menyayangkan pemecatan Jafri Sastra.
"Sebenarnya sangat disayangkan ya.
Coach Jafri itu orangnya baik, orangnya santai.
Tidak pernah menekan pemain, dan sering memberi motivasi agar bagaimana tim ini bisa berkembang.
Cuma saya juga tidak bisa berbuat banyak karena semua keputusan ada di manajemen," kata mantan kapten tim Perseru Serui ini.
Iapun berharap, siapaun pelatihnya nanti, bisa membawa PSIS bangkit dari keterpurukan.
"Siapaun pelatih yang dipilih manajemen, semoga bisa cepat datang dan bergabung dengan kita.
Bagaimana kita memperbaiki performance kemarin itu untuk membayar pada suporter tiga kekalahan beruntun itu. Semoga kedepan lebih baik lagi," kata Arthur.
Sementara itu, Jafri Sastra mengaku berterimakasih atas kerjasamanya bersama Mahesa Jenar selama ini.
"Tadi sudah berterimakasih ke Bos L dan Bos Yoyok dan manajemen lainnya.
Terima kasih kepada semuanya atas kerja sama selama ini.
Kerja sama sangat baik.
Namun hasilnya saja yang kurang baik," kata Jafri Sastra saat dihubungi.
Jafri Sastra bertemu dengan manajemen Mahesa Jenar pada Kamis pagi di Semarang usai kembali dari Padang menghadiri pemakaman sang kakak.
Menurut Jafri, ia sudah melakoni perjalanan luar biasa bersama tim dalam 26 laga sejauh ini. Terhitung sejak pertangahan kompetisi musim lalu.
"Ya bagaimanapun, saya tetap berterima kasih kepada manajemen sudah bekerjasama dengan baik selama ini.
Ada 26 pertandingan sudah kita lewati, 14 laga tahun lalu dan 12 laga tahun ini.
Sebuah perjalanan yang luar biasa bersama PSIS.
Saya ucapkan kepada semua pihak," ucap Jafri Sastra.
Hasil laga kandang PSIS Semarang musim ini memang cukup anomali jika dibanding musim lalu.
Sebab, tahun lalu, pasca ditangani Jafri Sastra laju PSIS begitu mulus dengan melahap semua laga kandang di putaran kedua dengan kemenangan.
Berbanding terbalik dengan musim ini, PSIS baru memenangi dua laga kandnag menghadapi Persija Jakarta dan Persela Lamongan.
Seri satu kali menghadapi Barito Putera. Dan kalah dari Kalteng Putra, Persib Bandung, Tira Persikabo, serta Persipura Jayapura.
"Soal akhir akhir, seusai yang kita lihat dan rasakan mungkin memang tidak sesuai yang kita inginkan.
Semua kehendak Allah.
Manusia hanya berkehendak dan berusaha.
Kita serahkan sama yang di atas," kata Jafri Sastra.
"Soal pemutusan hubungan kerja, ya ini konsekuensinya memang begitu.
Ya siapapun pelatihnya harus siap menerima.
Dalam dunia sepakbola profesional, ini hal yang biasa.
Mudah-mudahan dengan pelatih yang baru PSIS bisa lebih baik lagi," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penyerang-baru-psis-semarang-silvio-escobar-melakukan-peregangan-otot-bersama-arthur-bonai.jpg)