Kenapa Pasar Modal Indonesia Terdampak Penurunan Yuan

Pelemahan nilai tukar yuan oleh bank sentral China membawa dampak ke pasar keuangan global

Kenapa Pasar Modal Indonesia Terdampak Penurunan Yuan
AP/VOA
Seorang pegawai Bank of China di Hong Kong memperlihatkan lembaran baru uang 100 yuan (US$15,7) kepada para fotografer (12/11). (AP/Kin Cheung) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pelemahan nilai tukar yuan oleh bank sentral China membawa dampak ke pasar keuangan global, termasuk pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,92 persen selama sepekan.

Dalam kondisi seperti itu, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya merekomendasikan investor mengoleksi saham-saham defensif yang memiliki basis pasar domestik kuat dan pertumbuhan pendapatan baik.

Saham yang direkomendasikannya adalah sektor barang konsumsi, ritel, dan perbankan. Ada delapan saham defensif yang menurut dia akan menunjukkan performa bagus pada Agustus 2019.

Di antaranya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kino Indonesia Tbk (KINO), dan PT Kalbe Farma Tbk (KBLF).
Selain itu ada PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Chris Apriliony menyarankan investor untuk memilih saham perusahaan yang memroduksi barang atau menawarkan jasa yang menjadi kebutuhan publik.

Ia merekomendasikan investor buy saham ICBP dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Menurut dia, kinerja ICBP dan TLKM masih cukup solid dengan pendapatan yang terus bertumbuh.

Per semester I/2019, TLKM mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 7,7 persen year on year (yoy) menjadi Rp 69,35 triliun. Laba bersih TLKM sepanjang periode itu juga naik 27,4 persen yoy menjadi Rp 11,08 triliun.

Chris menuturkan, proyek Palapa Ring yang rencananya selesai tahun ini juga meningkatkan kinerja TLKM. Pergerakan saham kedua emiten itu pun cukup atraktif.

"Pergerakan saham ICBP cenderung meningkat setiap tahun, sedangkan TLKM lebih stabil dan tidak terlalu volatil dibandingkan dengan pemain operator telekomunikasi lain," katanya.

Di sektor perbankan, Hariyanto melihat sektor itu akan diuntungkan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). "Karena kami lihat sebagai beneficiary dari penurunan BI rate," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved