Kenapa Pasar Modal Indonesia Terdampak Penurunan Yuan

Pelemahan nilai tukar yuan oleh bank sentral China membawa dampak ke pasar keuangan global

Kenapa Pasar Modal Indonesia Terdampak Penurunan Yuan
AP/VOA
Seorang pegawai Bank of China di Hong Kong memperlihatkan lembaran baru uang 100 yuan (US$15,7) kepada para fotografer (12/11). (AP/Kin Cheung) 

Satu emiten pilihan Hariyanto adalah BBCA. Emiten itu membukukan kenaikan pendapatan solid pada kuartal II/2019. "BBCA juga mencatatkan pertumbuhan NIM dan fee based income, serta biaya kredit yang dapat dikelola,“ ucapnya.
Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonomi Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat juga menyarankan saham perbankan.

Valuasi mahal

Ia meyakini sektor itu memperoleh pelebaran margin keuntungan akibat penurunan bunga deposito, sementara bunga kredit relatif tetap. Tetapi, ia mewanti-wanti ada saham bank yang valuasinya mahal.

Analis Teknikal Bahana Sekuritas, Muhammad Wafi merekomendasikan investor membeli saham BBRI dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Menurut dia, kedua saham perbankan itu memiliki non-performing loan (NPL) dan net interest margin (NIM) yang terjaga.

Semester I/2019, BBNI mencatat NPL di level 1,8 persen atau turun Rp 9,02 triliun dari periode yang sama tahun lalu di 2,1 persen sebesar Rp 9,08 triliun. "Dua saham ini juga lebih tahan dengan dinamika faktor eksternal, karena memiliki kualitas aset lebih bagus dibanding yang lain," terangnya.

Wafi menargetkan, harga akhir tahun BBNI sebesar Rp 9.750 per saham, sedangkan BBRI Rp 4.450 per saham. Pada perdagangan Rabu (8/7), saham BBNI ditutup menguat 0,64 persen ke Rp 7.875, sedangkan BBRI ditutup menguat 3,66 persen ke Rp 4.250.
Budi juga meminta investor berhati-hati melihat saham berbasis komoditas dan energi. "Pemerintah China diprediksi memilih energi lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan booming shale-gas," ucapnya.

Hal itu, menurut dia, berisiko pada menurunnya permintaan impor batubara China dari Indonesia. (Kontan/Nur Qolbi/Arfyana Rahayu/Avanty Nurdiana)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved