Pemkab Pekalongan Akan Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Android

Gerakan membuat biopori akan dimasifkan di tingkat kabupaten supaya cadangan air baku cukup.

Pemkab Pekalongan Akan Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Android
ISTIMEWA
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pada kegiatan Gerakan Pungut Sampah (GPS) dan Pembuatan Lubang Biopori di lingkungan Islamic Centre Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Gerakan membuat biopori akan dimasifkan di tingkat kabupaten supaya cadangan air baku cukup.

Selama ini air hujan langsung lari ke sungai. Dengan upaya ini, akan ditahan untuk di pemukiman- pemukiman.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pada kegiatan Gerakan Pungut Sampah (GPS) dan Pembuatan Lubang Biopori di lingkungan Islamic Centre Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/8/2019).

"Kita akan terus menyapu Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang nyaman bagi penduduk, bersih dari sampah. Bahkan nanti, kita akan mengelola sampah dengan berbasis android. Ini sedang kita siapkan regulasinya dan infrastrukturnya,"terangnya.

Bupati menerangkan komitmen masyarakat semakin tegas mengenai kebersihan, dulu menjadi kabupaten paling kumuh sekarang sudah ada kemajuan.

"Di Islamic Centre Kedungwuni. Pusat pendidikan sekaligus pusat bisnis akan kita tata dan dijaga terus kebersihannya. Yang penting itu bersih dulu karena filosofi orang Jawa kalau bersih itu dianggap keluarganya tenang, aman, dan bahagia.

Keluarga yang sakinah mawadah warohmah secara lahiriyah bisa dilihat dari lingkungan rumahnya yang bersih," ujar Bupati.

Asip menambahkan gerakan itu (kebersihan dan biopori) akan dilakukan di semua taman-taman publik, dan daerah-daerah rawan kekeringan seperti Kesesi, Sragi dan Bojong.

"Ini merupakan gerakan massal. Mudah-mudahan kegiatan pembuatan biopori akan semakin banyak menyimpan air, sehingga masyarakat tidak kekeringan. Meskipun Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai daerah yang kaya sumber air baku tapi kita tidak boleh berhenti berikhtiar. Air baku berada di gunung, di daerah tengah kita harus buat biopori untuk mengikat air agar tidak langsung lari ke sungai," imbuhnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved