Keraton Surakarta Serahkan Minyak Jamas ke Demak, Sudah Berlangsung Hampir 300 Tahun

Rombongan Utusan Keraton Surakarta datang untuk menyerahkan minyak jamas untuk ageman Sunan Kalijaga di Gedung Pangeran Wijil V, Kadilangu, Demak

Keraton Surakarta Serahkan Minyak Jamas ke Demak, Sudah Berlangsung Hampir 300 Tahun
Tribunjateng/Moch Saifudin
Rombongan Utusan Keraton Surakarta datang untuk menyerahkan minyak jamas untuk ageman Sunan Kalijogo di Gedung Pangeran Wijil V, Kadilangu, Demak, Sabtu (10/8/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Rombongan Utusan Keraton Surakarta datang untuk menyerahkan minyak jamas untuk ageman Sunan Kalijaga di Gedung Pangeran Wijil V, Kadilangu, Demak, Sabtu (10/8/2019).

Utusan Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Adipati Dipo Kusumo mengatakan, minyak jamas dari Keraton Surakarta untuk menjamas ageman atau pakaian Sunan Kalijaga.

"Hal tersebut bertujuan mengingat peran penting Sunan Kalijaga yang berperan sebagai tokoh penyebaran agama Islam yang jawani," jelasnya.

Dikatakannya, sejarah paling jelas, Keraton Surakarta dalam syiar agama Islam acuan utamanya pada Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga merupakan orang islam yang jawani, yang berarti mengajarkan agama Islam dengan nilai-nilai Budaya Jawa yang sudah ada.

Ia menjelaskan, semenjak Pakubowono II, dari Keraton Kartasura pindah ke Surakarta, abon-abon atau ubarampe upacara penjamasan di Kadilangu, Keraton Surakarta selalu mengirimkan perangkat upacara untuk penjamasan tersebut.

"Sejak sekitar tahun 1740 dan masih berlangsung hingga saat ini," jelasnya.

Makna yang terkandung di dalamnya, lanjutnya, Sunan Kalijaga memberikan inspirasi, daya dukung, atau berkah, perlindungan, pengayoman, dalam Keraton Surakarta yang kaitannya raja memiliki gelar Sayyidin Panetep Panotogomo.

Jika ditarik ke belakang, lanjutnya, awal hubungan antara Dinasti Mataram diawali panembahan senopati dengan para wali. Dalam hal ini Sunan Kalijaga sudah berlangsung ketika Sunan Kalijaga bergelar Panembahan Senopati Ing Ngalogo Sayyidin Penetep Panotogomo Khalifatullah.

"Kemudian hal tersebut harus disampaikan kepada para wali. Oleh saran itu, Sunan Kalijogo menyampaikan wali sepuh, Sunan Ampel. Itu merupakan hubungan keluarga keraton dengan  Sunan Kalijogo. Dalam hal itu Sunan Kalijogo dengan Panembahan Senopati," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Moch Saifudin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved