Mau Masak Daging Kurban? Ini Himbauan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Jelang Hari Raya Idul Adha 2019/1440H, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam memasak daging kurban

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes (Epid). TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jelang Hari Raya Idul Adha 2019/1440H, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam memasak daging kurban.

Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes (Epid) menuturkan, dari aspek kesehatan, daging kurban harus benar-benar diolah secara benar.

Di antaranya menjaga higienitas dengan mencuci tangan menggunakan sabun serta memastikan daging yang diolah dalam kondisi matang.

"Dari aspek kesehatan memang harus dimasak sampai matang.

Kemudian untuk menghindari penyakit mulut dan gigi, hewannya memang harus sehat.

Harus diperiksa oleh tenaga kesehatan hewan," kata dr Wahyu baru-baru ini.

Jasad Tinggal Tulang Dalam Karung di Tegal Diduga Meninggal 3 Bulan lalu, Polisi Periksa 11 Saksi

Wisatawan Kerap Tanyakan Keberadaan WPS, Ini Jawaban Tegas Warga Dieng

Lanjutnya, untuk memastikan hewan tersebut benar-benar aman, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan penyembelihan di tempat pemotongan hewan.

Hal itu lantaran menurutnya, di tempat pemotongan hewan atau rumah hewan memiliki dokter hewan tersendiri sehingga lebih aman.

"Semua hewan yang akan disembelih itu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, tes dulu, setelah diketahui sehat semua dan bersih baru dipotong," paparnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang menginginkan untuk menyembelih hewan kurban sendiri, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.

Jika perlu, ungkapnya, masyarakat harus mendatangkan tenaga kesehatan hewan untuk memeriksa hewan yang dijadikan sebagai hewan kurban tersebut.

"Kita punya budaya masyarakat untuk menyembelih sendiri.

Rasanya nggak 'marem' kalau nggak disembelih sendiri.

Sebenernya nggak apa-apa asal kita bisa betul-betul melihat bahwa hewan ini sehat.

Kalau perlu kita memang harus datangkan tenaga kesehatan hewan," jelasnya.

Sementara terkait proses penyembelihan, pihaknya mengimbau untuk menerapkan aturan sesuai syariat islam.

Di antaranya dengan cara tidak menyakiti hewan, tidak menyiksa sebelum disembelih, dan memastikan pemotongan urat-urat yang seharusnya terpotong. (idy)

Status Waspada Gunung Slamet, Pemandian Air Panas Guci Tegal Masih Aman

Ini Dia Sapi yang Masuk Restoran di Semarang, Ternyata Masuk Juga ke Tempat Lain

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved