Breaking News:

Politisi Partai Gerindra Ini Sebut Ancaman Menteri Jonan ke Bawahannya Akan Berakibat Fatal

Ucapan Menteri Ignasius Jonan yang akan memutasi jajarannya ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendapat kritikan dari anggota

Penulis: rival al manaf | Editor: muh radlis
IST
Bambang Haryo (ISTIMEWA) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ucapan Menteri Ignasius Jonan yang akan memutasi jajarannya ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendapat kritikan dari anggota DPR RI.

Ucapan itu sempat dilontarkan Jonan saat meluncurkan aplikasi perizinan berbasis online, Selasa (6/8/2019) lalu.

Ia kala itu berujar akan memutasi bawahannya yang tidak bisa mewujudkan aplikasi perizinan secara online.

Ucapan itu ditanggapi serius oleh anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono.

Melalui sebuah keterangan tertulis, Sabtu (10/8/2019) politisi Partai Gerindra itu menyebutkan jika ucapan Jonan terjadi, maka bisa berakibat fatal.

"Pusat vulkanologi itu tempat yang sangat vital.

Jangan sampai justru ditempati oleh orang-orang yang memiliki reputasi kurang baik, harus diisi orang yang berkompetensi dibidangnya," tegasnya.

Hal itu karena lembaga itu merupakan tempat untuk memantau kondisi gunung berapi.

Ketika terjadi keadaan darurat orang di dalamnya harus bisa memberikan informasi yang akurat sebagai antisipasi kebencanaan.

Ia khawatir saat kemudian terjadi keadaan gawat darurat bencana, dan orang yang tidak berkompetensi berada di PVMBG maka justru akan timbul korban lebih banyak.

"Vulkanologi itu kan ada sekolahnya, lulusan dari sanalah yang seharusnya mengisi pos-pos tersebut.

Jangan sampai justru orang yang dianggap bermasalah diletakan di sana, itu namanya membahayakan jiwa banyak orang," tegasnya.

Terkait aplikasi perizinan berbasis online yang diluncurkan kementerian ESDM ia juga menilai belum sempurna.

"Dengan aplikasi itu diharapkab bisa menpercepat perizinan di sektor ESDM menjadi 7 hingga 14 hari itu keliru.

Itu karena Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) yang dicetuskan Presiden menyebutkan perizinan tidak boleh lebih dari 3 jam," tegasnya. (*)

Jasad Tinggal Tulang Dalam Karung di Tegal Diduga Meninggal 3 Bulan lalu, Polisi Periksa 11 Saksi

Wisatawan Kerap Tanyakan Keberadaan WPS, Ini Jawaban Tegas Warga Dieng

Setiap Sabtu Polisi Ini Wajib Naik Sepeda atau Angkot ke Kantor, Melanggar Dihukum 25 Kali Push Up

Breaking News: Truk Tertabrak Kereta di Perlintasan Tanpa Palang Pintu, Sopir Truk Terlempar Keluar

   

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved