Lion Air Group Gelar Penanggulangan Tanggap Darurat di Tiga Kota Rawan Gempa

Lion Air Group menggelar pelatihan penanggulangan tanggap darurat atau emergency response plan exercise secara serentak di tiga bandara di Indonesia.

Lion Air Group Gelar Penanggulangan Tanggap Darurat di Tiga Kota Rawan Gempa
ISTIMEWA
Karyawan Lion Air Group melakukan simulasi penanganan keadaan darurat gempa. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lion Air Group menggelar pelatihan penanggulangan tanggap darurat atau emergency response plan exercise secara serentak di tiga bandara di Indonesia.

Agenda terjadwal itu dilaksanakan pada tiga kota yakni Banda Aceh di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar (BTJ), Palu di Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, dan Bandar Udara Sultan Babullah, Maluku Utara (TTE).

"Sebagai informasi, ketiga kota tersebut kamk pilih karena termasuk zona cincin api yang rentan terhadap gempa bumi," terang Director Safety, Security & Quality Batik Air, Kapten Wamildan Tsani Panjaitan dalam keterangan tertulis kepada Tribun Jateng, Minggu (11/8/2019).

VIRAL VIDEO Guru Ikat Siswa SMA Lalu Dipaksa Lakukan Tindakan Asusila & Direkam, Tersebar di Medsos

VIRAL Formulir Pasien dengan Pilihan 5 Jenis Kelamin, Ini Tanggapan dari Dinas Kesehatan

Bagong Sapi Kurban Presiden Jokowi Mengamuk, Pantia di Masjid Agung Solo Kewalahan

Ia menerangkan, rangkaian kegiatan latihan melibatkan 20 personil dari berbagai divisi Batik Air, Lion Air, dan Wings Air bersama pihak terkait lainnya. 

Dalam latihan kali ini Batik Air berperan sebagai Koordinator latihan.

Kegiatan ini merupakan latihan terpadu yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan yang bertujuan untuk menguji fungsi komunikasi, komando dan koordinasi antar-stakeholder sesuai Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat.

"Penanggulangan kali ini memiliki skenario gempa bumi. Ketika ada gempa terjadi, petugas keamanan (aviation security) memberitahukan kepada seluruh karyawan Lion Air Group yang bertugas di area sisi udara (airside) dan di kawasan terminal (landside) untuk mengikuti jalur evakuasi dan segera menuju ke titk kumpul," terangnya.

Setelah semua berada di titik kumpul, Kepala Pusat Operasional (Station Manager) Lion Air Group melakukan pengecekan ke seluruh karyawan, guna memastikan semua sudah berada di titik kumpul sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait antara lain jajaran manajemen Lion Air Group, Integrated Operation Control Center (IOCC), pengelola bandar udara, otoritas bandar udara, rumah sakit, hotel, lembaga penanggulangan bencana dan lainnya.

Simulasi berakhir ketika pihak bandar udara menetapkan status dibuka (mulai beroperasi normal kembali) dan dapat melanjutkan kegiatan operasional penerbangan.

"Dalam kegiatan ini para peserta simulasi mendapatkan ilmu, kemampuan dan keterampilan mulai dari ketentuan koordinasi antarpersonal, antardivisi dan pihak luar yang terkait (eksternal) terkait prosedur jika terjadi bencana," imbuh Kapten Wamildan.

Hendak Disembelih, Sapi Ini Kabur Lalu Masuk Gorong-Gorong dan Sempat Seruduk Warga

VIRAL Emak-emak Menerobos Palang Pintu Kereta Api Malah Terjebak di Dalamnya

Pengunjung Kawasan Kota Lama Semarang Mulai Ramai, Tempat Parkir Belum Memadai

Ia memaparkan, Lion Air Group rutin melakukan simulasi Emergency Response Plan Exercise dalam fokus utama  penyegaran kembali guna menambah tingkat kesadaran setiap karyawan terhadap keselamatan dan keamanan keadaan darurat.

"Terselenggaranya agenda simulasi sebagai bagian meningkatkan mutu pelayanan dan kesadaran keselamatan ketika terjadi kondisi darurat," pungkasnya. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved