Mengintip Sentra Produksi Besek di Jepara, Bergeliat Lagi Tapi Semakin Sedikit Pengrajin

Di tengah gempuran produksi barang berbahan baku plastik, rupanya masih terdapat beberapa tangan terampil memproduksi besek.

Mengintip Sentra Produksi Besek di Jepara, Bergeliat Lagi Tapi Semakin Sedikit Pengrajin
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sardinah pengrajin besek bambu di Welahan Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Di tengah gempuran produksi barang berbahan baku plastik, rupanya masih terdapat beberapa tangan terampil memproduksi besek.

Barang berbentuk segi empat terbuat dari anyaman bambu itu, kini sangat jarang ditemui.

Namun merebaknya produk plastik yang tidak ramah lingkungan, besek kini kembali dikenal.

Sayangnya, sudah tidak banyak lagi perajinnya.

Di Kabupaten Jepara, desa yang menjadi sentra pembuatan besek yaitu Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan.

Pengrajin Besek Jepara -1
Sardinah pengrajin besek bambu di Welahan Kabupaten Jepara.

Di desa itu kini hanya tinggal beberapa orang perajinnya.

Hanya bisa dihitung jari.

Semua perajinnya pun umumnya berusia di atas 60 tahun.

Satu di antaranya yaitu Sardinah.

Perempuan yang kini telah berusia 80 tahun itu telah menekuni kerajinan besek sejak di usia belasan tahun.

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved