2 Kelurahan di Kota Salatiga Alami Kekeringan, Kasatpol PP Sebut Anggaran Bantuan Sedang Dihitung

Memasuki musim kemarau pada tahun ini dua kelurahan di Kota Salatiga yakni Kelurahan Randuacir, dan Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga

2 Kelurahan di Kota Salatiga Alami Kekeringan, Kasatpol PP Sebut Anggaran Bantuan Sedang Dihitung
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Welas (50) warga Kumpulrejo, Argomulyo, Kota Salatiga menata dirigen miliknya bersama warga lain, sesuai rencana pada Senin (12/9/2019) ini Pemkot Salatiga akan mengirimkan bantuan air bersih. TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Memasuki musim kemarau pada tahun ini dua kelurahan di Kota Salatiga yakni Kelurahan Randuacir, dan Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga mengalami kekeringan.

Seorang warga RT 02/RW 05 Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga Welas (50) mengaku mengalami kesulitan air bersih sejak akhir bulan Juni sampai Juli ini semenjak datangnya musim kemarau.

“Daerah sini langganan kekeringan setiap tahun, ini sedang menunggu bantuan air bersih katanya siang ini bakal datang bantuan tetapi juga belum sampai,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Rumahnya RT 02/RW 05 Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Senin (12/8/2019)

Dia menyampaikan wilayahnya sejak tahun 2000 menjadi langganan kekeringan, sempat ada pembangunan sumur resapan tetapi tetap tidak mencukupi kebutuhan air masyarakat sekitar.

Kemudian, tahun 2015 lalu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Salatiga membuka layanan air, hanya saja sebagian warga menilai tarifnya cukup mahal sehingga hanya sebagian masyarakat yang berlangganan.

Welas bercerita, untuk sementara memenuhi kebutuhan air sehari-hari dirinya memanfaatkan sumur tua yang berada tidak jauh dari lokasi pemukiman.

Apabila air sumur telah habis diambil warga terpaksa turut tetangga yang berlangganan PDAM dengan menyumbang tagihan bulanan.

“Sekarang warga sini yang kesulitan air itu mulai RT 1 sampai RT 3. Ada sekira 270 an kepala keluarga (KK), sementara air mengambil dari sumur tua di dekat kebun.

Kalau sudah habis minta air tetangga yang langganan PDAM nanti ikut iuran 30-40 ribu per bulan,” katanya

Welas mengaku setiap hari dia membutuhkan sekira 300 liter air untuk keperluan memasak, mencuci pakaian, dan mandi.

Halaman
1234
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved