50 Lokasi PKL Ditertibkan Satpol PP Kota Semarang Dalam Sepekan Terakhir

Pedagang kaki lima (PKL) masih jadi persoalan mendasar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

50 Lokasi PKL Ditertibkan Satpol PP Kota Semarang Dalam Sepekan Terakhir
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Satpol PP Kota Semarang menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran RSUD Wongsonegoro, Senin (12/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pedagang kaki lima (PKL) masih jadi persoalan mendasar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Pasalnya, Satpol PP Kota Semarang selaku penegak perda masih saja menjumpai PKL di sejumlah ruas terlarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya telah menertibkan 50 titik PKL dalam sepekan terakhir.

Penertiban yang dilakukan diantaranya di Jalan Pemuda, seputaran Tawang, Jalan Inspeksi, Jalan Imam Bardjo, seputaran Taman Indonesia Kaya, dan seputaran Kawasan Kota Lama.

Selain PKL yang berada di jalan utama, Satpol PP juga menertibkan PKL yang membangun kios di beberapa fasilitas publik, seperti di rumah sakit.

Pada Senin (12/8/2019), petugas Satpol PP berhasil menertibkan 22 PKL di seputaran RSUD Wongsonegoro.

Mereka mendirikan lapak diatas saluran air.

Tentu saja, hal ini melanggar peraturan daerah (perda) yang berlaku.

"Kota Semarang ini sudah baik, sudah didanai ratusan miliar, saya minta masyarakat juga peduli terhadap kota ini, jangan dikotori," ucap Fajar, disela-sela penertiban PKL di seputaran RSUD Wongsonegoro, Senin (12/8/2019).

Misteri Jasad Tinggal Tulang di Tegal Terungkap, Ayah Korban: Pelaku Masih Saudara Saya

BREAKING NEWS: Kasus Jasad Tinggal Tulang di Tegal Terungkap, Ada Pelaku Perempuan

Menurut Fajar, menjamurnya PKL membuat estetika kota terganggu.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved