Akibat Ulah Galih Ginanjar Soal Ikan Asin, Putra Fairuz A Rafiq Dibully Kakak Kelas

Anak Fairuz A Rafiq dibully kakak kelasnya terkait video ikan asin yang dibuat ayahnya sendiri, Galih Ginanjar. Pihak keluarga terkejut saat tahu bua

Akibat Ulah Galih Ginanjar Soal Ikan Asin, Putra Fairuz A Rafiq Dibully Kakak Kelas
Kompas.com/Ira Gita
Sonny Septian, Fairuz A Rafiq, Rani Fadh A Rafiq dan Hotman Paris saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM- Putra Fairuz A Rafiq, KFA (7), diledek kakak kelasnya terkait video ikan asin yang dibuat oleh ayahnya sendiri, Galih Ginanjar.

Kakak kelas KFA memanggil dirinya ikan asin.

Hal itu diceritakan sendiri oleh suami Fairuz A Rafiq yang sekarang, Sonny Septian, Senin (11/8/2019).

Sonny Septian mengunggah pesan Whatsapp dari seorang wali murid yang anaknya menjadi saksi soal ledekan ikan asin.

"Pada saat upacara, kakaknya X sempat mendengar ada anak kelas 9 ngomong kata tersebut.

Dan ada anak yang memberikan tantangan ke temannya di kelas 9 'Eh lo berani enggak ngatain si KFA ikan asin'.

Namun sayangnya kakaknya ada di barisan belakang jadi tidak tahu muka dan namanya.

Anak itu hanya mendengar suara dan anak itu ada di barisan kelas 9,"demikan adalah chat seorang wali murid kepada Fairuz A Rafiq.

"Berarti bener mam? Ada yang ngatain, karena KFA nangis juga.

Kan jadi tertekan kan anak digituin ya mom," balas Fairuz A Rafiq.

Wali murid mengadu ke Fairuz A Rafiq soal bullyian ikan asin di sekolah
Wali murid mengadu ke Fairuz A Rafiq soal bullyian ikan asin di sekolah (Instagram/Sonny Septian)

Sonny Septian sendiri mengaku tak akan tinggal diam.

"saya ga akan tinggal diam lagi ketika anak saya mendapat perlakuan negatif seperti ini di sekolah,

Masih punya hatikah??coba tanya apa penyebabnya.

Terimakasih buat kalian yang sudah menyebabkan hal buruk seperti ini terjadi kepada keluarga saya.

Banyak penyedia “panggung”.Bergembira lah dengan panggung yang kalian dapat,pakai topeng terbaik dan berpentaslah," komentar Sonny Septian.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Pihak keluarga terkejut saat tahu buah hati Fairuz A Rafiq dengan Galih Ginanjar, tak mau lagi mendengar nama ayahnya.

KFA yang masih berusia 7 tahun diduga mengetahui perseteruan orangtuanya.

Hal itu dceritakan oleh kakak-kakak Fairuz A Rafiq dalam program acara Insert Trans TV, Kamis (8/8/2019).

"Waktu itu, KFA mergokin Fairuz nangis. Terus KFA nya tanya 'mami kenapa nangis', di situ Fairuz diam aja.

Terus susternya itu kalau enggak salah pokoknya nyebut nama Galih Ginanjar. Terus Faaz nya bilang ke Fairuz, 'udah mami, mulai sekarang enggak usah sebut nama dia lagi. aku udah enggak mau denger'," tuturnya.

KFA sudah enggan lagi mendengar nama Galih Ginanjar.

Apa Kabar Tabrak Lari Overpass Manahan? Marthen Kecewa Penabrak Istrinya Belum Tertangkap

Ayah Konglomerat Dita Soedarjo Ditahan KPK, Ini Bisnis yang Dimiliki Soetikno Soedarjo

Ini Alasan Dwinda Ratna Terima Lamaran Mas Pur Tukang Ojek Pengkolan Setelah Tolak Belasan Kali

Jasad Tinggal Tulang Dalam Karung di Tegal Diduga Meninggal 3 Bulan lalu, Polisi Periksa 11 Saksi

Akibat perseteruan ikan asin antara Galih Ginanjar dengan mantan istrinya, Fairuz A Rafiq, KFA untuk sementara tidak diizinkan pegang HP dan pergi ke sekolah.

Fairuz A Rafiq takut buah hatinya akan mengetahui perseteruan ikan asin tersebut.

Mendekam di penjara, Galih Ginanjar sendiri minta penangguhan penahanan demi sang buah hatinya, KFA (7 tahun).

Galih Ginanjar memohon kepada sang mantan istri sebagai pelapor, Fairuz A Rafiq untuk mempertimbangkan psikis anak mereka.

Galih Ginanjar mencemaskan psikis KFA jika suatu hari bocah berumur 7 tahun itu tahu bahwa sang ayah harus mendekam di penjara gegara perseteruan orangtuanya.

Pihak keluarga Fairuz A Rafiq sendiri sudah memaafkan Galih Ginanjar. Hanya saja mereka ingin proses hukum tetap berjalan.

"Kalau memaafkan, sebagai manusia sudah memaafkan. Tapi untuk proses hukum tetap berjalan," tutur kaka Fairuz A Rafiq dalam program acara Insert Trans TV, Kamis (8/8/2019).

Jejak digital menjadi pertimbangan keluarga Fairuz A Rafiq untuk tetap menghormati proses hukum.

Pasalnya hinaan yang Galih Ginanjar lontarkan soal ikan asin, telah menghancurkan nama baik Fairuz A Rafiq.

Stigma ikan asin sudah melekat ke diri Fairuz A Rafiq. Jejak digital juga sudah tersebar di internet dan mustahil untuk dihapus.

Jika Galih Ginanjar bisa menghapus semua jejak digital soal Fairuz A Rafiq dan ikan asin, keluarga bersedia membebaskan Galih Ginanjar.

"Ya kalau Galih Ginanjar bisa menghapus semua jejak digital tentang Fairuz ya enggak apa-apa.

Tapi ini kan sudah enggak bisa dihapus lagi. Ini seumur hidup. Ini hinaan sudah melekat sampai ke anak-anak.

Yang kita juga takutkan adalah ketika anak-anak nya melihat itu dan mendapat bullyan dari teman-temannya.

Hinaan pencemaran nama baik ini bisa diungkit terus gitu lho," jelasnya.

Sedangkan Galih Ginanjar sendiri lebih mencemaskan psikis KFA jika suatu hari bocah berumur 7 tahun itu tahu bahwa sang ayah harus mendekam di penjara gegara perseteruan orangtuanya.

Hal itu disampaikan sendiri oleh Rihat Hutabarat dalam sebuah program acara, Rabu (17/7/2019).

"Kita menghargai proses hukum, tapi anaknya kan melihat. Itu kan jadi beban buat dia. Ya mungkin dia enggak ngomong, tapi ini harus dipikirkan oleh ibunya, si pelapor,"

"Harapan kita, demi anak ini, ini bukan perkara menang kalah.

Iya Fairuz merasa menang, tapi kalau ada gangguan jiwa terhadap psikis dan mental anak, yang susah siapa?

Yang susah ibunya, bapaknya, keluarganya, kan?" tutur pengacara Galih Ginanjar.

Tidak hanya Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari pun memohon kepada Fairuz A Rafiq untuk kembali mempertimbangkan kasus ikan asin tersebut demi sang buah hati suaminya.

"Karena bagaimanapun kan mereka pernah berumah tangga.

Mereka punya anak.

Setiap orang juga punya kesalahan.

Ya aku berharap sih masalah ini bisa diselesaikan baik-baik," ungkap Barbie Kumalasari.

Beda sikap dengan sekarang, sebelumnya, Barbie Kumalasari ngotot membela suaminya.

Bahwa apa yang dikatakan Galih Ginanjar soal ikan asin adalah fakta.

Sebab menurut Berbie Kumalasari, apa yang dirasakan Galih Ginanjar ialah sebuah kebenaran.

"Yang jelas kita enggak berhak menghakimi Galih. Ya kan dia yang ngerasain. Dan kalau untuk urusan rasa, biar dia yang tahu gitu," timpal Barbie Kumalasari.(tribunjateng.com/jen)

Tags, King Faaz

Diduga Mengantuk, Seorang Polisi Tewas Setelah Tabrak Truk Pengangkut Hewan Kurban

Viral Video Kakek Tunawisma Diikat Sarung dan Didorong Sejumlah Pemuda, Polisi Buru para Pelaku

Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved