Dinas Kesehatan: Konsumsi Daging Kambing Baik untuk Kesehatan dan Tak Bikin Kolesterol, Asalkan. .

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Moch Abdul Hakam menuturkan konsumsi daging kurban terutama kambing, baik bagi kesehatan.

Dinas Kesehatan: Konsumsi Daging Kambing Baik untuk Kesehatan dan Tak Bikin Kolesterol, Asalkan. .
KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI
Menu tengkleng gajah tongseng merupakan salah satu menu favorit yang disajikan Warung Tengkleng Gajah berkuah kental bercita rasa khas dengan tulang dan daging kambing berukuran besar. Warung ini berlokasi di Sleman, DI Yogyakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masih dalam suasana Idul Adha yang pada Minggu (11/8/2019) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Moch Abdul Hakam menuturkan konsumsi daging kurban terutama kambing, baik bagi kesehatan.

Namun ia berpesan agar dalam mengonsumsi daging tersebut tidak dilakukan secara berlebihan.

"Daging kambing baik bagi kesehatan karena mengandung nutrien yang baik bagi tubuh di antaranya zat besi, protein, lemak jenuh," ujarnya, Senin (12/8/2019).

Hanya saja, menurut dr. Hakam jika konsumsi daging kambing dilakukan dalam jumlah yang banyak maka merugikan kesehatan.

Yakni di antaranya menimbulkan tekanan darah tinggi, serta kolesterol.

"Jika kandungan protein dalam tubuh manusia tinggi, metabolisme tinggi, otomatis tekanan darah juga tinggi," paparnya.

dr. Hakam menekankan, bagi mereka yang mengkonsumsi daging kurban, terlebih daging kambing untuk tidak berlebihan.

Juga, harus menetralisir setelah mengkonsumsi daging kambing, dengan cara mengimbanginya lewat mengkonsumsi sayuran hijau semisal selada, timun, tomat, juga teh hangat.

"Intinya mengkonsumsi daging kambing boleh-boleh saja, asal tak berlebihan," ujar dia.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga telah mengimbau masyarakat berhati-hati dalam memasak daging kurban.

Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng dr. Wahyu Setianingsih menuturkan dari aspek kesehatan, daging kurban harus benar-benar diolah secara benar.

Di antaranya menjaga higienitas dengan mencuci tangan menggunakan sabun serta memastikan daging yang diolah dalam kondisi matang.

"Dari aspek kesehatan memang harus dimasak sampai matang."

"Kemudian untuk menghindari penyakit mulut dan gigi, hewannya harus sehat. Harus diperiksa tenaga kesehatan hewan," kata dr Wahyu baru-baru ini.(Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved