Dini Optimistis Premi Asuransi Naik 40%

Pemasaran produk asuransi melalui saluran distribusi keagenan masih menjadi andalan bagi sejumlah perusahaan asuransi.

Dini Optimistis Premi Asuransi Naik 40%
google
Ilustrasi asuransi 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemasaran produk asuransi melalui saluran distribusi keagenan masih menjadi andalan bagi sejumlah perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi jiwa PT Cigna Asuransi Indonesia (Cigna Indonesia) misalnya yang meyakini akan mencetak pertumbuhan signifikan untuk kanal distribusi keagenan sepanjang tahun ini.
Hal itu didukung semakin masifnya layanan digital serta penetrasi para flying agen Cigna ke berbagai daerah di pelosok Tanah Air.

“Kami optimistis hingga akhir tahun nanti pertumbuhan keagenan mencapai 40 persen," ujar Director and Chief Distribution Officer Cigna Indonesia, Dini Maharani, seusai acara Top Agent Award 2018 Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Solo, Sabtu (10/8).

Menurut dia, pada 2018 Cigna meraih peringkat ke-22 di ranking Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), atau naik dari tahun sebelumnya di posisi ke-25.

Pencapaian itu ikut didongkrak kenaikan pendapatan premi dari keagenan yang dimulai sejak 2015. Dini menuturkan, kontribusi kanal itu meningkat tajam setelah pada awal 2017 Cigna memperkuat keagenan dengan aplikasi digital e-apps.

Dengan sistem terintegrasi, aplikasi e-apps akan meningkatkan efisiensi dan profesionalitas para agen, sehingga akses nasabah untuk memeroleh asuransi Cigna Indonesia semakin cepat dan mudah.

"Aplikasi digital itu didesain untuk membantu agen mengenali dan menganalisa kebutuhan finansial nasabah. Agen bisa memberikan rekomendasi produk asuransi yang sesuai dengan tujuan keuangan nasabah," jelasnya.

Saat ini, Dini menuturkan, dari 500 agen yang dimiliki Cigna, hampir seluruhnya telah menggunakan e-apps untuk melayani nasabah. Layanan e-apps itu juga sangat menolong para flying agent menjangkau daerah-daerah lain dengan cepat.

"Flying agent mirip sniper di dunia militer. Mereka memiliki tugas khusus dengan pencapaian target jitu. Performa pencapaian flying agent Cigna yang jumlahnya sekitar 40 orang itu mencapai 85 persen," jelasnya.

Dini menyatakan, para flying agent itu memberi kontribusi sekitar 35 persen dari pendapatan premi bisnis baru Cigna di kanal distribusi keagenan.

Pendapatan premi bruto Cigna dari kanal distribusi keagenan tahun lalu sebesar Rp 93,87 miliar. Cigna meraih rata-rata pertumbuhan tiap tahun di kanal distribusi itu sebesar 57,05 persen.

Pada 2017, pendapatan premi bruto dari keagenan sebesar Rp 75,48 miliar, dan tahun 2016 senilai Rp 39,73 miliar. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan premi bruto dari keagenan mencapai Rp 19,53 miliar.

"Dengan flying agent, kami tidak perlu memiliki banyak kantor. Sepanjang tahun ini, kami sama sekali tidak ekspansi untuk penambahan jaringan kantor karena fokus pada pengembatan platform digital. Tapi tahun depan kami akan buka satu atau dua kantor sebagai branding Cigna,” paparnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved