Karyawan Perhutani Meninggal Mendadak, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp 435 Juta

BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, membayarkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp 435,29 juta kepada ahli waris

Karyawan Perhutani  Meninggal Mendadak, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp 435 Juta
IST
Penyerahan klaim secara simbolis tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Cabang Semarang Pemuda, Suwilwan Rachmat, melalui Kepala Departement Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Divre Jateng, Ema Ismariana, kepada Suhartati, istri almarhum Edi. Penyerahaan berlangsung di Kantor Biro Perencanaan perum Perhutani Divre Jateng, jl. Yos Sudarso Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, membayarkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp 435,29 juta kepada ahli waris Almarhum R Edi Purwadi, tenaga kerja Perhutani Biro Perencana Unit Salatiga.

Kepala Kantor Cabang BPJSTK Semarang Pemuda, Suwilwan Rachmat, atau yang biasa disapa Willy menjelaskan, Kasus kecelakaan kerja merupakan kasus yang terjadi dalam hubungan kerja, dan ada unsur ruda paksa (benturan atau hantaman dari luar tubuh) yang mengakibatkan seseorang luka atau sakit mulai dari perjalanan ke tempat kerja, selama di tempat kerja dan perjalanan pulang kerumah dari tempat kerja.

Kasus meninggal mendadak seperti yang dialami Almarhum R Edi Pirwadi, memang bukan merupakan kecelakaan kerja, namun santunannya setara nilainya dengan meninggal akibat kecelakaan kerja.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum.

Semoga santunan dan hak yang didapat bisa membantu beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Willy, pada Tribunjateng.com, Senin (12/8/2019).

Adapun yang dimaksud meninggal mendadak, apabila seseorang sedang bekerja ditempat kerja mengalami serangan penyakit langsung dibawa ke fasilitas kesehatan, dan tidak lebih dari 24 jam yang bersangkutan meninggal.

Besarnya santunan meninggal akibat kecelakaan kerja dan meninggal mendadak adalah 48 kali gaji terakhir yang dilaporkan ke Bpjstk, jadi bergantung besarnya gaji atau upah seorang karyawan.

Ditambah uang pemakaman Rp 3 juta, santunan Rp 4,8 juta, dan beasiswa Rp 12 juta apabila ada anak usia sekolah.

Sedangkan untuk Program BPJS Ketenagakerjaan ada empat yaitu Jaminan hari tua, Jaminan pensiun, Jaminan kematian, dan Jaminan kecelakaan kerja.

"Almarhum meninggal pada saat bekerja sehingga mendapatkan santunan jaminan kecelekaan kerja yang perhitungannya sebesar 48 kali gaji, santunan berkala Rp 4,8 juta, biaya pemakaman Rp 3 juta, dan beasiswa pendidikan Rp 12 juta untuk anak yang ditinggalkan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved