Komnas Perempuan Desak Pengadilan Negeri Semarang Lindungi Perempuan Korban Kekerasan

Rombongan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan mendatangi Pengadilan Negeri Semarang.

Komnas Perempuan Desak Pengadilan Negeri Semarang Lindungi Perempuan Korban Kekerasan
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Komisioner Komnas Perempuan Sri Nurhewati. 

"Saya pikir ini sangat penting diimplementasikan pada penanganan korban dimana bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan hak atas informasi untuk mendapatkan akses keadilan," jelasnya.

VIRAL VIDEO Guru Ikat Siswa SMA Lalu Dipaksa Lakukan Tindakan Asusila & Direkam, Tersebar di Medsos

Dirinya berharap Perma No. 3 tahun 2017 bisa dijalankan terkait dengan perlindungan korban.

Hal ini dikarenakan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) hanya lebih kepada terdakwa maupun pelaku.

"Namun bagaimana membangun sistem peradilan pidana terpadu terhadap kekerasan kepada perempuan dapat memberi perhatian kepada korban agar menjadi terlindungi," paparnya.

Pihaknya, menekankan pada kasus kekerasan terhadap perempuan, pelaku mendapat hukuman maksimal. Selain itu pelaku juga mendapat hukuman tambahan.

"Hukuman bukan balas dendam, melainkan menjerakan pelakunya, agar tidak mengulangi dan keberulangan," ujarnya.

Manajemen PSIS Semarang Berdialog dengan Suporter, Yoyok Sukawi: Kami Siap Dikritik

Ia ingin pengumuman identitas pelaku yang saat ini dikaji di RUU PKS dapat dilakukan hakim.

Hal ini sangat penting untuk penyusunan regulasi RUU PKS.

"Negara tidak bisa mendeteksi gerak pelaku dan bisa terulang lagi. Jadi harus dibangun mekanisme cara pencegahaannya dengan pengumuman identitas agar pelaku dijauhkan dari potensi mengulangi kekerasan seksual," tegasnya. (rtp)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved