Kurangi Limbah Plastik, SMPN 30 Semarang Pakai Anyaman Kreneng Sebagai Wadah Daging Kurban

Panitia kurban di SMPN 30 memilih menggunakan kreneng sebagai wadah daging, semacam kantong yg terbuat dari anyaman serat bambu.

Kurangi Limbah Plastik, SMPN 30 Semarang Pakai Anyaman Kreneng Sebagai Wadah Daging Kurban
IST
SMPN 30 Semarang mengemas daging kurban menggunakan kreneng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SMPN 30 Semarang mempunyai ide kreatif dalam mengemas daging kurban pada Idul Adha 1440 H tahun ini.

Umumnya, daging dibagikan dalam kantong plastik berbagai ukuran sesuai dengan berat atau bobot.

Panitia kurban di SMPN 30 memilih menggunakan kreneng, semacam kantong yg terbuat dari anyaman serat bambu.

Di dalamnya dialasi dulu pakai daun jati atau pisang.

Menurut Kepala SMPN 30, Sri Puji Marimah Yuliana, hal ini bertujuan mengajari anak didik agar meminimalkan penggunaan kantong plastik yang berpotensi menghasilkan limbah.

"Kami mulai bulan yang lalu sudah menyampaikan kepada anak didik lewat wali kelas agar tidak jajan yang berbungkus plastik. Diusahakan dari rumah membawa lepak tempat makan dan tempat minum sendiri," terang Yuliana dalam keterangan tertulis kepada Tribunjateng.com, Senin (12/8/2019).

Kebijakan menekan limbah plastik di lingkungan sekolah sesuai anjuran Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

"Ada dua hal yang bisa diambil dalam kegiatan guru, karyawan, dan siswa kami dalam melaksanakan ibadah kurban ini. Pertama menekan limbah plastik. Kemudian memberikan edukasi kepada anak didik membangun iman dan akhlak untuk berkurban," terangnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved