Penanganan Kekeringan di Pemalang Terhenti Karena Peningkatan Status Gunung Slamet

Penanganan kekeringan di Kabupaten Pemalang wilayah atas, terkendala karena peningkatan status Gunung Slamet.

Penanganan Kekeringan di Pemalang Terhenti Karena Peningkatan Status Gunung Slamet
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sejumlah warga Desa Ceklatakan, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, mengantre untuk mendapatkan air bersih beberpa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Penanganan kekeringan di Kabupaten Pemalang wilayah atas, terkendala karena peningkatan status Gunung Slamet.

Hal tersebut membuat tindak lanjut Detail Engineering Design (DED) pengambilan air dari puncak Gunung Slamet yang sudah dirancang terhenti.

Data dari BPBD Provinsi Jateng, 15 Kecamatan di Kabupaten Pemalang mengalami krisis air bersih di musim kemarau.

Di mana 15.630 jiwa terdampak saat pasokan air mulai berkurang di musim kemarau.

Untuk itu, realisasi pembangunan jalur air guna mengatasi kekeringan akan direalisasikan pada 2020 mendatang.

Bupati Pemalang, Junaedi menjelaskan, Pemkab sudah mewacanakan pembangunan jalur air dari Gunung Slamet untuk mengatasi kekeringan.

“Namun karena status Gunung Slamet masih waspada, kemungkinan akan direalisasikan tahun depan,” jelasnya, Senin (12/8/2019).

Dilanjutkannya, DED saluran air dari Gunung Slamet sudah dibuat oleh Kementerian PUPR guna menangani kekeringan di Pemalang.

“Dalam DED, jalur air yang akan dibangun berjarak 23 kilometer dari Kecamatan Pulosari. Anggarannya akan memakan dana sekitar Rp 50 miliar hingga Rp 70 miliar,” ujarnya.

Dari total 15 kecamatan yang terdampak, Kecamatan Pulosari, Belik, serta Watu Kumpul termasuk terparah.

“Kemungkinan akan dilanjutkan tahun depan, dan langsung melalui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian PUPR. Untuk mengatasi kekeringan jangka pendek, kami siapkan bantuan air bersih lewat rekening kebencanaan, yang distribusinya sudah berjalan beberpa bulan terakhir,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved