Sapi Kurban : Hati-hati dalam Memasak Daging Kurban

Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng, dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes (Epid), menuturkan, dari aspek kesehatan

Sapi Kurban : Hati-hati dalam Memasak Daging Kurban
KOMPAS.com/ JUNAEDI
Sapi kurban diperiksa Tim Dokter hewan dari Dinas pertanian dan Peternakan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang meninjau ke sejumlah masjid dan berbagai lokasi yang menjadi tempat pemotongan hewan kurban yang berada di 16 Kecamatan Kota Semarang, Minggu (11/8).

Meski beberapa hari yang lalu pihaknya telah melakukan pengecekan hewan kurban, peninjauan saat penyembelihan dinilai perlu guna memeriksa jeroan sapi maupun kambing yang dikurbankan dalam kondisi layak konsumsi.

Kepala Dispertan Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana mengatakan, hewan kurban yang sudah memiliki surat keterangan sehat hewan dipastikan bebas dari penyakit.

Hanya saja, pihaknya tetap perlu memeriksa jeroan hewan, seperti hati dan paru, benar-benar sehat, tidak mengandung cacing hati. Sehingga, tidak menjadi sumber penyakit bagi masyarakat yang mengonsumsi.

"Kami memeriksa penyembelihannya. Kami cek hati dan parunya. Memang hewan kurban sudah memiliki surat keterangan hewan, mereka dipastikan sehat. Tapi, hati dan paru kan kami tidak tahu sehingga perlu pengecekan," jelas Dina, sapaan akrabnya.

Dalam pemeriksaan hewan kurban, pihaknya mengerahkan 60 petugas yang terbagi di 16 kecamatan. Selain itu, petugas juga dibantu 30 personel dari persatuan dokter hewan Indonesia (PDHI).

Sejauh ini pihaknya telah memeriksa 315 titik di 16 Kecamatan. Ada 1.558 ekor sapi, 4.589 ekor kambing, 105 ekor domba, 13 ekor kerbau yang diperiksa. Dari hasil pemeriksaan ada 62 kasus cacing hati.

"Seperti di Kauman, kami menemukan kasus cacing hati ada 6 ekor. Di Baiturrahman 2 ekor kena cacing hati, Semarang Tengah ada 1 ekor, Semarang Barat 1, Candisari 1 ekor, Gunungpati 8 ekor, dan Banyumanik ada 7 ekor," urainya.

Petugas Dispertan juga menemukan 2 ekor hewan kurban yang afkir di Masjid Kauman dan 1 ekor hewan kurban yang mengalami pneumonia di Masjid Baiturrahman Semarang.

Jika ditemukan jeroan yang tidak layak konsumsi, pihaknya melarang jeroan tersebut turut dibagikan. Dia menyarakan agar jeroan yang berpenyakit untuk dibuang atau ditimbun dalam tanah.Pemeriksaan jeroan hewan kurban hingga kini masih terus dilakukan oleh Dispertan sampai hari tasyrik usai.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved