Sapi Kurban Jokowi Mengamuk, Belasan Panitia Masjid Agung Solo Kuwalahan

Sapi kurban milik Presiden Joko Widodo sempat mengamuk ketika hendak disembelih. Sapi yang diberi nama Bagong itu membuat belasan panitia kurban

Sapi Kurban Jokowi Mengamuk, Belasan Panitia Masjid Agung Solo Kuwalahan
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo
SEBELUM DISEMBELIH - Sejumlah panitia kurban mengikat Bagong di pohon, sebelum disembelih di Masjid Agung Solo, Minggu (11/8). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO -- Sapi kurban milik Presiden Joko Widodo sempat mengamuk ketika hendak disembelih. Sapi yang diberi nama Bagong itu membuat belasan panitia kurban dan juru jagal kuwalahan.

"Kami sudah kali ketiga menyembelih sapi yang disumbangkan Pak Jokowi. Ini yang paling sulit," kata panitia kurban Masjid Agung Solo, Aridi, Minggu (11/8).

Dia menceritakan butuh waktu hampir satu jam untuk merobohkan Bagong. Semula Bagong tampak jinak ketika kali pertama panitia menggiring ke tempat jagal. Bagong mendadak tak terkendali saat beberapa orang berupaya merobohkannya.

Bukan soal mudah membuat sapi seberat 1,5 ton jenis simental itu roboh dalam sekejap. "Besi yang kami tancapkan untuk mengikat Bagong sampai tercabut. Lalu ada satu tiang penyangga tenda yang lepas karena kena dorongan tubuh Bagong," jelasnya.

Aridi berujar strategi satu-satunya untuk merobohkan Bagong, dengan cara membuatny kelelahan. "Kalau sapinya lelah, biasanya sudah pasrah," sambung Aridi.

Benar saja, strategi itu berhasil. Bagong kali ketiga roboh.

Ketika itu, para panitia memanfaatkan kesempatan untuk mengikat kaki Bagong di antara dua pohon., "Setelah sudah diikat semuanya, kami langsung sembelih Bagong. Dia menyerah saat itu," tambahnya.

Sapi dari Presiden Jokowi itu diserahkan oleh Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo kepada Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muh Muhtarom, untuk disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Muhtarom jumlah hewan kurban di Masjid Agung Solo, pada tahun ini, sebanyak 9 ekor sapi termasuk hewan kurban milik Presiden Jokowi, dan 20 ekor kambing.

Muhtarom mengatakan satu ekor sapi dari Presiden itu beratnya sekitar 1,5 ton dengan berat bersih dagingnya bisa sekitar 900 kg dan dapat dibuat 1.800 bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat.

Menurutnya, hewan kurban sapi milik Presiden Jokowi tahun ini paling besar dibandingkan Idul Adha tahun sebelumnya yang seberat 1 ton. Daging kurban itu dibagikan kepada warga kurang mampu di Solo.

Selain itu, hewan kurban sapi yang dititipkan untuk disembelih di Masjid Agung, juga ada dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK), Puan Maharani. Puan Maharani, baru kali pertama ini, berkurban di Masjid Agung Solo.

Presiden Jokowi juga menitipkan hewan kurban satu sapi ke Masjid Al Wustho Mangkunegara Solo. Namun, hewan kurban sapi yang di Masjid Al Wustho, ukurannya lebih kecil dengan berat 1 ton.

Menurut peternak penggemukan sapi Lembu Suro Potronayan Boyolali Andi Saputro (30), Presiden Jokowi membeli dua ekor sapi untuk hewan kurban di Masjid Agung Solo, dan Al Wustho Mangkunegaran Solo. (dna/ant)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved