Tabrak Lari di Overpass Manahan Solo Tak Kunjung Terungkap, LP3HI Tabur Bunga di Lokasi Kejadian

Prosesi tabur bunga digelar setelah penundaan sidang perdana gugatan praperadilan terhadap Polresta Solo.

Tabrak Lari di Overpass Manahan Solo Tak Kunjung Terungkap, LP3HI Tabur Bunga di Lokasi Kejadian
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo
Sejumlah perwakilan LP3HI melakukan tabur bunga di sekitar lokasi tabrak lari Overpass Manahan Solo, Senin (12/8/2019). 

"Tapi saya berpendapat tugas polisi di sisi lain juga berat.

CCTV-nya beresolusi tinggi atau tidak, sehingga bisa terekam identitas penabraknya.

Ya, harus berimbanglah," ujarnya.

Dia memaparkan, praperadilan itu ketentuannya dalam KUHP ketika ada proses penyidikan yang kemudian tidak pas pada tempatnya.

Misalnya, dalam hal ini ada proses penghentian penyidikan atau proses penangkapan maupun penahanan yang keliru.

"Kalau tersangkanya belum jelas, itu praperadilannya agak kabur itu nanti.

Maksudnya, gugatan praperadilan itu kalau memang oleh LP3HI seharusnya berdasar kuat.

Harusnya apakah terindikasi adanya penghentian penyidikan?

Atau terindikasi ada salah penangkapan?" urai Aji.

Menurut dia, praperadilan itu proses untuk mereview, mengontrol, penggunaan upaya paksa oleh penyidik.

Bisa penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan.

"Tapi kalau pelakunya belum diketahui, seperti kasus tabrak lari ini, itu saya khawatirnya praperadilan ditolak sama hakim?

Yang saya khawatirkan itu," ujar Aji. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved