7 Rekomendasi Film Perjuangan Indonesia, Cocok Ditonton di Hari Kemerdekaan 17 Agustus

Ini 7 rekomendasi film tentang perjuangan Indonesia yang cocok untuk ditonton saat merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus.

7 Rekomendasi Film Perjuangan Indonesia, Cocok Ditonton di Hari Kemerdekaan 17 Agustus
KOLASE TRIBUN JATENG
Ini 7 rekomendasi film tentang perjuangan Indonesia yang cocok untuk ditonton saat merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus. 

Diwarnai konflik karena perbedaan sifat, status sosial, etnis, budaya, dan agama.

Trailer film Darah Garuda (2010)

Sinopsis film Darah Garuda:

Para kadet ini diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat.

Menembus dalam ke hutan, mereka bertemu dengan kelompok lain dari separatis Islam.

Kelompok tersebut menjadi sekutu baru mereka, namun juga berpotensi untuk berkhianat.

Terkepung, baik oleh musuh dari luar maupun dari dalam.

Para pahlawan harus bersatu dan saling percaya.

Mereka berjuang demi mengejar satu tujuan, yakni kemerdekaan.

3. Soegija

Soegija adalah film drama epik sejarah Indonesia.

Disutradarai oleh sutradara senior Indonesia Garin Nugroho.

Dibintangi oleh budayawan Nirwan Dewanto yang memerankan tokoh pahlawan nasional Albertus Soegijapranata.

Film yang dibintangi aktor-aktor dari beragam latar belakang budaya dirilis tanggal 7 Juni 2012.

Dengan anggaran sekitar Rp 12 Miliar, film ini menjadi film termahal yang disutradarai Garin Nugroho.

Trailer film Soegija (2012)

Sinopsis film Soegija:

Berkisah tentang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda (Indonesia sekarang), Monsinyur Albertus Soegijapranata SJ.

Sejak ditahbiskan hingga berakhirnya perang kemerdekaan Indonesia (1940 – 1949).

Satu dasawarsa penuh gejolak ini ditandai dengan akhir penjajahan Belanda.

Dimulainya masa pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan RI.

Lalu kembalinya Belanda yang ingin mengambil kembali Indonesia.

Peristiwa-peristiwa tersebut dituangkan Soegija dalam renungan-renungan catatan hariannya.

Ia juga menceritakan peran sertanya dalam meringankan beban penderitaan rakyat di tengah kekacauan perang.

Dia mencoba berperan di semua tingkat, baik politik lokal, nasional dan internasional.

Atas peran sertanya, Presiden Soekarno memberikan penghargaan dengan gelar Pahlawan Nasional.

4. Nagabonar

Naga Bonar adalah film komedi situasi tahun 1987.

Mengambil latar peristiwa perang kemerdekaan Indonesia.

Saat itu sedang melawan kedatangan pasukan Kerajaan Belanda.

Pasukan Belanda datang pasca kemerdekaan Indonesia di daerah Sumatra Utara.

Film Nagabonar versi rilis ulang yang telah direkam ulang dan dirilis pada tahun 2008.

Menampilkan dialog yang direkam ulang oleh para aktor aslinya.

Serta musik pengiring yang direkam ulang, antara lain oleh Singapore Chamber Orchestra yang memainkan lagu Mariam Tomong khas Sumatra Utara.

Trailer film Nagabonar (1987)

Sinopsis film Nagabonar:

Naga Bonar (Deddy Mizwar) adalah seorang pencopet di Medan.

Ia sering keluar-masuk penjara Jepang, ia bersahabat dengan seorang pemuda bernama Bujang (Afrizal Anoda).

Sepulang dari penjara, Bang Pohan (Piet Pagau) mengatakan tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Hanya saja Medan yang belum sempat dimerdekakan, sehingga masih harus memerangi Belanda.

Mereka sudah memasuki wilayah Indonesia dengan maksud untuk berkuasa lagi.

Naga Bonarpun menjadi tentara garis depan dalam perlawanan terhadap Belanda.

Setelah beberapa perlawanan yang sengit, Naga Bonar dititahkan dari markas untuk mundur karena perundingan dengan Belanda mau dilaksanakan.

5. Soekarno

Soekarno atau disebut juga Soekarno: Indonesia Merderka.

Film drama Indonesia yang dirilis pada 11 Desember 2013.

Dibintangi oleh Ario Bayu dan Maudy Koesnaedi.

Trailer film Soekarno (2013)

Sinopsis film Soekarno: Indonesia Merdeka:

Lahir dengan nama Kusno, dan karena sering sakit diganti oleh ayahnya dengan nama Soekarno.

Besar harapan anak kurus itu menjelma menjadi kesatria dalam pewayangan layaknya tokoh Adipati Karno.

Harapan bapaknya terpenuhi, umur 24 tahun Sukarno berhasil mengguncang podium.

Ia berteriak: Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya, dia harus dipenjara dengan tuduhan menghasut dan memberontak.

Pledoinya yang sangat terkenal, Indonesia Menggugat, mengantarkannya ke pembuangan di Ende, lalu ke Bengkulu.

6. Perburuan

Perburuan adalah film drama sejarah Indonesia.

Film ini akan dirilis di bioskop Kamis (15/8/2019).

Disutradarai Richard Oh dan dibintangi Adipati Dolken, Ayushita, Ernest Samudra, Khiva Ishak, dan Michael Kho.

Perburuan diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dengan judul yang sama.

Trailer film Perburuan, di bioskop 15 Agustus 2019.

Sinopsis film Perburuan:

Alur film ini berlatarkan enam bulan setelah kegagalan tentara Pembela Tanah Air (PETA) melawan tentara Jepang di Indonesia.

Kekalahan itu menyebabkan shodancho PETA Hardo yang terluka akibat perang.

Ia kembali ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah.

Hardo tidak bisa lagi berkeliaran dengan bebas karena diburu tentara Jepang yang menganggapnya sebagai musuh negara.

Hardo memilih bersembunyi di hutan.

Namun, kepulangannya telah tercium oleh tentara Jepang.

Sehingga Hardo merasa tidak nyaman karenanya.

Satu hari menjelang kemerdekaan Indonesia, terungkap sebuah rahasia pengkhianatan ayah tunangan Hardo dan sahabatnya, Karmin.

Terungkap juga perlawanan keras yang dilakukan oleh Dipo dan Kartiman.

Saksikan perburuan di bioskop 15 Agustus 2019.

7. Bumi Manusia

Film Bumi Manusia diadaptasi dari novel karya sastrawan ternama, Pramoedya Ananta Toer dengan judul yang sama.

Film produksi Falcon Pictures ini, disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Dibintangi oleh Iqbal Ramadhan, Syah Ine Febriyanti , Mawar De Jongh , Donny Damara, dam Ayu Laksmi.

Trailer Bumi Manusia di bioskop 15 Agustus 2019.

Sinopsis film Bumi Manusia :

Minke seorang pribumi yang diperbolehkan bersekolah di HBS karena kepiwaiannya menulis.

Tulisan Minke bahkan kerap terbit di koran-koran Belanda.

Selain pandai menulis, Minke juga merupakan orang yang revolusioner.

Oleh karena itu, dia tidak disenangi oleh teman-teman sekolah Eropanya.

Minke bukan dari golongan ningrat yang membuatnya memberontak, terhadap apa dianggapnya tidak adil.

Bumi Manusia juga menceritakan tentang kehidupan Nyai Ontosoroh.

Nyai Ontosoroh adalah istri simpanan dari seorang keturunan Eropa yang terpandang, Tuan Mellema.

Predikatnya sebagai seorang nyai, istri simpanan membuat Nyai Ontosoroh dikucilkan.

Ia dianggap sebagai perempuan yang tidak terhormat dan tidak memiliki martabat.

Nyai Ontosoroh tidak diperbolehkan mempunyai hak asasi yang sepantasnya dia dapatkan.

Inilah yang membuat Nyai Ontosoroh menderita.

Namun ia melawan segala cemoohan dan cara pandang orang terhadapnya.

Kisah cinta Minke dengan Annelies dan kekagumannya akan sosok Nyai (Ibu Annelies) menjadi kisah utama dalam cerita film ini.

Tonton film Bumi Manusia di bisokop 15 Agustus 2019. (tribunjateng/non)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE

BREAKING NEWS: Kasus Jasad Tinggal Tulang di Tegal Terungkap, Ada Pelaku Perempuan

Klub Vietnam Laporkan Kedatangan Pelatih Timnas Indonesia Simon Mcmenemy di Markasnya

Berikut Harga dan Spesifikasi HP Samsung Galaxy Note 10 dan Note 10+

Oppo A1k, Ponsel Harga Rp 1 Jutaan Pengganti A3s Laris di Pasaran. Ini Harga dan Spesifikasinya

Penulis: Valentinez Hemanona
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved