OPINI Abdullah Mustappa : Soekarno Tidak Berhenti Berpikir

Dalam sejarah Indonesia, dibandingkan dengan tokoh pergerakan lainnya, jejak Soekarno sangat fenomenal. Pergulatan pemikirannya yang panjang

OPINI Abdullah Mustappa : Soekarno Tidak Berhenti Berpikir
Bram
Abdullah Mustappa 

Oleh Abdullah Mustappa

Budayawan, Jurnalis senior penerima Zulhamand Award

Dalam sejarah Indonesia, dibandingkan dengan tokoh pergerakan lainnya, jejak Soekarno sangat fenomenal. Pergulatan pemikirannya yang panjang dan intens berkaitan dengan masalah-masalah kebangsaan dan kemerdekaan, mendorong Soekarno sangat produktif dalam menulis.

Dia melalap dengan lahap berbagai pemikiran tidak sebatas dengan masalah politik tapi juga berbagai aspek budaya lainnya, termasuk sastra dan seni. Dia adalah salah satu manusia Indonesia yang tidak pernah berhenti berpikir.

Kecenderungan intelektualnya yang gelisah mengantarkan Soekarno pada kancah pergolakan ideologis dan filosofis yang bisa dikatakantan pasekat. Tulisan-tulisannya dengan jelas menggambarkan pertemuannya dengan konsep-konsep besar.

Soekarno melakukan penelusuran yang serius, apakah itu terhadap Declaration of Independence yang menjadi salah satu dasar pijakan perkembangan kapitalisme, liberalisme dan demokrasi; maupun Marxisme yang oleh para penganutnya dipandang sebagai buku induk petunjuk ke arah terbentuknya masyarakat sosialis meskipun dalam prosesnya lebih cenderung pada praktik kekuasaan yang otoriter.

Di samping itu sebagai intelektual sekuler Soekarno juga melakukan dialog dan dialektika terhadap berbagai masalah yang berkaitan dengan Islam. Daya nalarnya sangat menonjol.

Bagi seorang yang gelisah seperti Soekarno, berbagai pemikiran besar seperti itu terus melekat dan banyak memengaruhi konsep-konsep imajinasinya berkaitan dengan pembentukan sebuah nasion yang bernama Indonesia. Tapi pada saat yang bersamaan dia juga tidak ingin begitu saja menjadi sosok tanpa identitas, yang terlepas dari akar budayanya.

Bagi Soekarno, Indonesia adalah titik pusat pemikirannya. Salah satu keunggulannya yang menonjol adalah membahasakan konsep-konsep besar menjadi kalimat yang mudah diterima semua kalangan. Imajinasinya tentang Marhaen dan Sarinah misalnya dengan terang benderang menunjukkan arah yang hendak menjad itujuannya.

Ketikakemerdekaan Indonesia berada pada tingkatpersiapan dan sampai pada tahapan harus membicarakan dasar-dasar filosofis sebuah bangsa yang segera akan terbentuk itu, hanya Soekarno yang siap dengan pemikirannya. Disertai argumentasi yang sangat logis serta latar belakang budaya yang komprehensif, Soekarno menawarkan Pancasila.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved