Penemuan Mayat di Semarang, Polisi Kesulitan Identifikasi Karena Korban Pakai Baju Pramuka Rangkap 3

Kepolisian Polsek Semarang yang dipimpin Kapolsek AKP Muhammad Kholil berhasil mengevakuasi temuan jasad seorang laki-laki di Kalisangker Semarang

Penemuan Mayat di Semarang, Polisi Kesulitan Identifikasi Karena Korban Pakai Baju Pramuka Rangkap 3
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Polisi dibantu tim SARDA mengevakuasi jasad lelaki tanpa identitas yang ditemukan mengambang di Kalisangker Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepolisian Polsek Semarang Barat yang dipimpin Kapolsek AKP Muhammad Kholil berhasil mengevakuasi temuan jasad seorang laki-laki di Kalisangker Semarang Barat, Kota Semarang serta membawanya ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk dilakukan visum, Senin (12/8/2019) kemarin.

Adapun setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter yang menangani, AKP Kholil menjelaskan bahwa jasad tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan.

Meski begitu, pihaknya disibukkan oleh beberapa temuan yang menyulitkan proses identifikasi jasad.

Temuan pertama yakni jasad ditemukan dengan mengenakan tiga rangkap baju pramuka terpasang bet yang berbeda.

Baju terluar bertuliskan Jakarta Timur sedangkan baju kedua dan ketiga bertuliskan Jawa Tengah.

"Setelah dilakukan identifikasi awal belum diketahui identitasnya. Kemudian dilakukan cara sidik jari dengan mengambil ke-10 jari korban kanan dan kiri jika korban pernah foto E-KTP, Identitas korban bisa diketahui," terangnya, Selasa (13/8/2019).

Adapun setelah dilakukan proses sidik jari, lanjut Kapolsek, ia menjelaskan dengan meneruskan informasi dari tim Inafis Polrestabes Semarang bahwa korban belum ditemukan rekaman biodata identitas foto E-KTP.

"Untuk melakukan rekam eKTP itu kan hak dan kewajiban tiap warga negara. Analisa Inafis, mungkin juga korban tuna wisma atau gelandangan pengemis (gepeng), karena sekali pakai pakaian tiga lapis," lanjutnya.

Sebagai info hasil tindak lanjut visum, korban merupakan seorang laki-laki dengan tinggi badan 162 cm dan berat 75 kilogram.

Korban ditemukan dengan memakai baju rangkap tiga dengan celana panjang warna cokelat, lengkap dengan memakai jam tangan berwarna hitam pada lengan kiri.

Dalam kondisi badan luarnya tidak ditemukan tanda-tanda khusus hanya saja ditemukan uang koin dan kertas berjumlah Rp 179.400.

Korban meninggal diperkirakan selama 4-5 hari dengan luka-luka pada kepala akibat benturan terhadap karang dan terseret ombak hingga sebagian dari kulitnya diperkirakan dimakan kepiting dan ikan-ikan kecil.

Saat ini jasad masih berada di RSUP Dr Kariadi Semarang. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved